Cahaya Untuk Sahabatku

by: Windah Dwi Nuraini

Dijah,Faisah dan juga Ade adalah cewek paling terkenal di kelasnya. Semua orang ingin berteman dengannya.Tapi,berteman dengan mereka tidaklah semuda yang kita bayangkan!. Mereka memang cantik,gayanya keren,dan juga tajir.Tapi,mereka belum pernah pacaran!. Semua cowok tidak berani nembak dia,cowok itu  takut di tolak sama mereka.Apalagi selera mereka ber-3 sangatlah tinggi.

***

Setelah bel istirahat berbunyi,Dijah,Ade dan Faisah tidak keluar kelas seperti biasanya.Mereka Tinggal dikelasnya untuk ngerjain PR Fisika yang sebentar akan diperiksa.

“ Dijah!,kamu nggak mau ngerjain PR? “ Tanya Ade

“ nggak….” Jawab Dijah dengan santai

“ loh kok nggak dikerjain? “ Tanya Faisah

“ Males…” Jawab Dijah lagi dengan santai “ Emangnya kamu berdua sudah selesai?” Tanya Dijah

“ baru mau dikerja! “ jawab Faisah sambil melihat buku Windah,siswa yang paling pintar dikelasnya.Windah adalah murid kesayangan para guru. Tidak ada yang tahu Kehidupan Windah bagaimana,yang mereka tahu windah adalah cewek yang sangat pintar

Tidak lama kemudian,bel masuk pun berbunyi.

“  Aduhh..!! gimana nih! Bel udah berbunyi!….aduhhhh” Kesal Ade

“Ahh! Kenapa sih  bel masuk cepat banget bunyi! “ Kata Faisah dengan kesal

“ hmm santai aja kali,,,berdoa aja Pak Ashar nggak masuk “ Kata Dijah dengan santai

“huuu! Kalau pak Ashar masuk gimana?” Tanya Ade

“yaaa…kita sama-sama di hukum..” jawab Dijah

“ Eh..aku punya Ide! “ kata Faisah sambil senyum sembari memamerkan lesungpipinya

“ idea pa?” Tanya Dijah dan Ade bersamaan

“ Gimana kalau buku windah kita sembunyiin? Spaya dia juga di hukum bareng kita! “ kata faisah

“ iya! Itu ide cemerlang!..” kata Ade

“ hahaha..jadi buku yang kamu tiru tadi itu…bukunya windah lagi ya?”Tanya Dijah

“iya la! Sapalagi”kata ade

“ tanpa sepengetahuan windah lagi?” Tanyanya lagi

“hahaha iya…” jawab Ade.

“kalau gitu..kita sembunyikan dimana?” Tanya Faisah

“Di………. DI KELAS DZAKI!” jawab Dijah karena melihat Dzaki yang bercerita di depan kelasnya.Dzaki adalah cowok yang meneruti semua suruhan Ade,Dijah dan Faisah,asalkan Dzaki dibayar oleh mereka.Dzaki salah satu cowok yang kehidupannya misterius.

“bagus juga tuh! Kalau gitu kita panggil aja Dzaki ! “ kata Faisah

“ Dzaki!! DZAKI! “

“ Apa?” Tanya Dzaki sambil berjalan masuk ke bangku Ade.

“kita mau kamu sembunyikan buku windah di dalam tas kamu!” kata Dijah

“ dan jangan bilang sapa-sapa” kata Faisah

“ nih ambil…cepat kamu ke kelasmu dan masukin buku ini di dalam tasmu! Nanti windah liat bukunya disembunyikan!” kata Ade

“ oke! Trus bayarannya berapa?” Tanya Dzaki

“aduh!….urusan itu sebentar! Yang penting kamu sembunyikan bukunya tanpa sepengetahuan windah! Cepetan! Pak ashar uda ada!” kata Ade.

Setelah itu,Dzaki pun berlari menuju kelasnya dengan melewati windah yang sedang berjalan masuk kelas. Pak ashar pun duduk di kursi dan siap menagih PR. PR diperiksa sesuai dengan Apsen. Setelah semua laki-laki sudah naik memeriksa PRnya,sekarang giliran perempuan.

“ ADE NURMALA!” Teriak Pak Ashar

Ade pun berjalan ke meja guru.sampainya di meja guru…

“Maaf pak,saya nggak kerja PR..” kata Ade

“Apa? KALAU BEGITU….KAMU BERDIRI DI DEPAN PAPAN TULIS!” Teriak pak Ashar dengan nada yang tinggi

“Selanjutnya,FAISAH IRFANI!” Teriak pak Ashar

Setelah namanya dipanggil,faisah langsung berdiri samping Ade.

“ tidak kerja juga?” Tanya Pak ashar

“iya pak” jawab faisah

“ SIAPA LAGI YANG TIDAK KERJA!?” TERIAK Pak Ashar dengan marah

“saya pak” kata dijah sambil mengangkat tangannya.Dijah pun berjalan menuju ke papan tulis.

Sementara itu,Windah sibuk mencari buku Prnya. Setelah membolak-balik buku yang ada di tasnya dan melihat bukunya tidak ada,perlahan-lahan Windah nengangkat tangannya.

“ Windah,kamu tidak kerja PR?’ Tanya pak Ashar

“ Aku kerja pak,tapi aku nggak tau bukunya dimana…tapi perasaan aku,bukunya ada kok dalam tasku..” jawab windah dengan gemetar

“ Tapi kalau bapak suruh kamu kerja sekarang kamu bisa?’ Tanya pak Ashar lagi

“iya pak! bisa!” jawab Windah dengan gembira.

Windah pun mengerjakannya dengan mudah.

“pak! Kok windah di beri kesempatan si?” Tanya Ade

“ Iya pak..” kata faisah

“seharusnya kita juga diberi kesempatan!”kata ade

“okey bapak beri kamu kesempatan,Ade kamu jawab No.4,Dijah kamu jawab No 8,dan Faisah kamu Jawab No.9.tuliskan cara dapatnya di papan tulis!”kata Pak Ashar

“Ha!”Teriak ketiganya

“ tidak bisa kan?” kata Pak Ashar

Mereka bertiga hanya diam.Itu berarti mereka bertiga tidak bisa mengerjakannya.

***

Bel pulang pun berbunyi.

“okey anak-anak,minggu depan kita lanjutkan diskusi kita.Dan yang berdiri di depan papan tulis,minggu depan kalian harus hafal rumus  Fisika tentang Cahaya!”kata Pak Ashar sambil membereskan kertas-kertasnya.

“apa?”serentak mereka bertiga teriak

***

Setelah pak Ashar sudah keluar kelas,mereka bertigapun mengambil tasnya dan berjalan keluar kelas.Sesampainya di Gerbang sekolah,mereka bertemu dengan Dzaki.

“Dzaki!”teriak Faisah

“hey! Aku tadi ke kelas kamu,tapi kulihat dari jendela kelasmu……kamu berdiriya?” kata Dzaki

“iya!”kata Dijah

“oya! Ini buku Windah”kata Dzaki sambil memberikannya kepada Ade

“ kamu mau di bayar berapa?” Tanya ade

“mmm berapa aja deh!” jawab Dzaki

Ade pun mengambil dompetnya dan mengeluarkan uang 20.000.

“nih” Kata Ade sambil memberikan uang itu kapada Dzaki

Ternyata kejaidian itu tidak sengaja dilihat Windah.Windah jadi marah,dan ……

“O…ternyata kalian berempat yang sembunyikan buku PRku?! “ teriak windah

“ bu..bukan gitu windah”kata Dzaki

“jadi kenapa? Dzaki,aku tahu kenapa kamu mau seperti ini! Karena kamu mau bersahabat kan sama mereka ber-tiga? Aku akan beri tahu kejadian ini pada ayahmu Dzaki dan juga pada kepala sekolah!”kata Windah yang sudah berkaca-kaca.

“Jangan!” kata Dzaki

“kasih tahu aja! Kita nggak takut sama ancaman kamu!” kata Dijah

“ Eh,emangnya kenapa kalau kita yang sembunyikan buku kamu? Kamu itu bisa apa!..” kata Faisah

“ kamu hanya bisa nangis! Seperti sekarang ini!” kata Ade

“Aduhh sudah-sudah….mendingan kita pulang saja!” kata Dzaki

Setelah itu,mereka berempat(ade,dijah,faisah,dan Dzaki) pulang dengan tidak merasa bersalah kecuali Dzaki.Dzaki takut kalau ayahnya mengetahui kejadian ini.

***

Keesokan harinya, windah yang diam di bangkunya dikejutkan dengan kedatangan Ade,Dijah dan Faisah

“Eh,katanya mau ngadu?..” kata Faisah

“ mana?” kata Dijah

“ aku kan udah bilang kamu itu nggak bisa apa-apa selain nangis !”kata Ade

“ aku sudah laporin kejadian ini kepada ketua yayasan sekolah ini!” kata Windah

“ ha! Ketua yayasan?” kaget Ade

“Jangan-jangan Ayahnya Dzaki ketua yayasan di sekolah ini..windah kan sempat bilang kalau dia akan laporkan kejadian ini ke ayahnya Dzaki dan juga kepsek..” kata Dijah dalam hati

“ eh guys daripada kita bicara sama orang ini…mending ke kelas Dzaki!” Usul Dijah

Dijah,Faisah dan Ade pun pergi meninggalkan windah sendiri di kelas . sesampainya di kelas Dzaki,mereka bertiga melihat Dzaki yang sedang menangis

“Dzaki! Kamu kenapa?” kata Ade

“ ayahnmu sudah tahu kejadian ini?” Tanya dijah

“i..i..iya” kata Dzaki dengan tersedu-sedu

“ ternyata dugaanku benar! Pasti ayahnya Dazki adalah ketua yayasan di sekolah ini! “ kata dijah dalam hati

“ sudah Dzaki…” kata Faisah

“ Disini gelap sekali! kalau pagi-pagi kita harus mendapatkan cahaya matahari untuk kesehatan tubuh kita!…Kain Hordennya harus dibuka biar terang!…aku buka ya! Inilah cahaya untuk sahabatku!” kata Ade sambil membuka kain horden dan jendela

“ terimah kasih..” kata Dzaki

“ kita akan menjadi sahabatmu Dzaki! Perjuangan yang kamu lakukan selama ini membuat kita ingin bersahabat sama kamu!” kata Faisah

“ dan kita akan bersamamu dalam suka maupun duka!” kata Dijha

“ kalian tidak bercanda?” tanya Dzaki

“ untuk apa bercanda?” Jawab Ade

“ terimah kasih teman-teman!” kata Dzaki sambil menghapus air matanya.

***

Akhirnya Bel pulang berbunyi,Ade,Dijah dan Faisah pun pergi menemui Dzaki di kelasnya bermaksud untuk mengajaknya pulang bersama. Awalnya Dzaki tidak percaya ajakan mereka bertiga,tapi karena melihat Ade yang tidak pernah bercanda,Dzaki pun menerima ajakannya lalu pulang bersama. Tapi ternyata Dzaki tidak langsung diantar pulang,mereka ber-empat singgah di sebuah Kafe

“ jadi,apa yang kita lakukan sekarang?” Tanya Dzaki

“ yaa  makan “ kata Faisah

“o ya Dzaki,aku mau nanya..Bokap kamu itu ketua yayasan ya?” Tanya Dijah tiba-tiba.mereka berdua ( ade,faisah) langsung menatap Dijah

“ kamu kok nanya gitu?” kata Ade

“ nggak penasaran aja!” jawab Dijah

“ gini Dijah,bokap aku itu bukan ketua yayasan di sekolah kita,melainkan di SMP 11…bokap aku itu bersahabat sama bokapnya Windah! Jadi kalau windah cerita sama bokapnya…..yaaa pasti bokapnya cerita sama ayahku…gitu” jawab Dzaki

“ ooo bererti kamu tahu dong apa perkerjaan ayahnya Windah!” kata Dijah

“ aku nggak tahu pekerjaan bokapnya apa…tapi yaaa ituu..yang kalian tahu semua” jawab Dzaki

“ apa? Aku nggak pernah tahu tentang ayahnya windah! SUMPAH!” kata dijah

“ha! Kalian bertiga nggak taukalau ayah windah itu..” kata Dzaki

“ apa?” teriak ade,dijah,faisah

“ ketua yayasan di sekolah kita! Alias pemilik yayasan!” kata Dzaki

Mendengar pernyataan Dzaki,Dijah,Ade,dan Faisah menjadi kaget! Bagaimana tidak,dia sudah membuat windah setiap hari menangis!.

“ astaga …..kita harus minta maaf sama windah! Sebelum kita di skors sama kepsek!” kata Faisah

“ iyaa…” kata Dijah

“ nggak bisa! Aku tidak mau minta maaf sama windah!” kata Ade

“ kenapa” kata Faisah dan Dzaki

“Dijah! Faisah! kamu kan tahu,kenapa kita bisa seperti ini kepada windah? Masih ingat nggak?”kata Ade

“ iyaaa” kata Dijah dan Faisah

“ kenapa?” Tanya Dzaki

“o iya.. Dzaki kamu harus tahu! Kalau aku bertiga jahat sama Windah,karna windah selalu dekat sama orang yang aku suka!” kata Ade

“ memangnya kamu suka sama sapa?” Tanya Dzaki

“ aku su..kaaa sama cowok yang bernama ALLAN! Dan Windah selalu dekat sama Allan! Pulang,datang selalu sama Allan!” kata Ade

“ astaga….allan kaka kelas kita?” Tanya Dzaki

“ iya..” kata Ade

“ dia itu sepupunya Windah! Ayahnya menyuruh Allan untuk menjagai Windah!” kata Dzaki

Setelah mendengar itu,ade,faisah,dan dijah kembali kaget! Ade sangat merasah bersalah begitu juga dengan Dzaki,dijah dan faisah.saat mereka terdiam,handfhone Dijah berdering. Setelah dijah menerima panggilan tersebut,dijah kaget dan segera ingin pulang

“ kok kamu mau pulang?” Tanya Faisah

“maaf besok aku akan ngasih tahu kalian! Aku harus buru-buru! Dah” kata Dijah yang sedang berjalan ke parkiran untuk mencari mobilnya

“kenapa si dia…”

Semua penasaran dengan dijah..

***

Keesokannya,saat di sekolah Dijah tidak datang sekolah. Karena sudah menunggu lama,ade,faisah dan Dzaki minta maaf deluan.Ade membujuk windah agar mereka ber-empat tidak dihukum.Akhirnya windah menerima permintaan maaf mereka ber-tiga.

“ ngomong-ngomong dijah mana?” Tanya windah

“nggak tahu…mungkin nggak datang ke sekolah!” jawab ade

“ooo…..”kata windah

“o ya win…katanya kamu sepupuan sama Allan?” Tanya Ade

“ iya..” jawab windah “ o ya Ade,jangan kasih tahu siapa-siapa ya…klau Allan itu suka sama kamu!” kata windah

“ha?”kata Ade kaget

“ Ade itu juga suka sama Allan..” kata Faisah

“kalau gitu…saling suka dong! Pacaran aja!” kata Dzaki

“iya! Nanti aku Tanya ka’Allan untuk nembak  kamu!” kata Windah

“kamu serius?”Tanya Ade

Windah mengangguk

“thank’s windah” kata Ade senang

***

Keesokan harinya Windah,Dzaki,Ade dan faisah datang cepat.kemudian, tak lama menunggu didepan kelas Dzaki,Dijah sudah datang.Mereka ber-empat pung menghampiri dijah yang sedang jalan ke kelasnya.wajah dijah kelihatan sedih,matanya bengkak.ditanyainya katanya karena sudah menangis seharian kemarin. Semuanya penasaran dengan dijah.Ade pun menagih janji dijah,kalau ia akan menceritakan masalahnya.

“sebelumnya aku minta maaf sama kamu windah…” kata Dijah

“ iya nggak papa kok” kata windah

“ orang tuaku bercerai..”kata dijah sambil menangis.ternya di balik keceriaan Dijah tersimpan luka yang sangat dalam

Semua orang terdiam mendengar pernyataan Dijah.

“ aku turut berduka cita..” kata Mereka ber empat (windah,Dzaki,Ade,faisah)

“hmm..hmm aku tahu ini berita sangat buruk..tapi dijah kamu tu nggak boleh nangis terus! Kamu kan yang bilang sendiri kalau nangis itu nggak ada artinya” kata Ade

“iya…sudah…” kata Windah Dan Dzaki

“ayo dong…senyum” kata Faisah

“kayaknya sekarang hati Dijah ….gelap de..” kata Dzaki

“ maksudnya?” Tanya Faisah

“ maksudnya..kayaknya saat ini  hati dijah nggak mau dengar perkataan orang lain!” kata Dzaki

“ kalau begitu kita semua akan memberikan cahaya untuk sahabatku,,DIJAH!” Kata Ade

“maksudnya?”Tanya Dzaki

“hahaha maksudnya,kita akan memberikan jalan yang benar,memberikan kebahagiaan,agar dijah tidak tersesat!” kata Windah

“ooo” kata Dzaki

“makasih ya!” kata dijah senyum

“yehh gitu dong!”kata Faisah

“o ya,ade! Mungkin  Allan sudah nunggu kamu tuh dari tadi di belakang sekolah!” kata Windah mengingatkan

“jadi,Allan itu ..”kata Dijah

“Allan itu sepupunya Windah” kata Faisah

“yuk kita semua ke sana!” ajak Dzaki

Mereka berlima pun kebelakang sekolah. Ternyata benar,Allan sudah ada.ade pun ditembak olah allan. Dan Ade langsung menerima Allan,mereka berdua pun berpacaran

“Akhirnya…saat-saat inilah yang Ade tunggu!” kata Dijah

“iya..” kata ade malu

“hmm kalau begitu aku pergi ke kelas dulu ya! “ kata Allan

“ iyaa.” Kata Ade

“jadi…kita ber-lima sahabatan ni?” Tanya Dzaki

“ya iyalah pake nanya lagi!” kata Faisah ,ade,dan Dijah

“jadi……kamu itu nerima aku jadi sahabat kalian?”Tanya Windah

“iya windah..”kata Dijha

“okey..jadi nama persahabatan kita ini apa?” Tanya Dzaki

“gimana kalau ….5 bintang yang bersinar…” usul faisah

“kepanjangan!”kata Ade

“Gimana kalau Fivestars!”usul Dijah

“setuju!”teriak Windah,faisah,Dzaki,dan Ade

Mereka pun menjadi sahabat yang baik, tidak ada lagi dendem antara mereka ,karena Windah Ade bisa pacaran sama Allan,dan Karena Dzaki,Ade,faisah,dan dijah bisa tahu kehidupan windah.

This entry was posted in Cerpen. Bookmark the permalink.

Comments are closed.