Penyakit Pada Organ Paru-Paru

by: Windah Dwi Nuraini

Paru-paru

Organ penting ini merupakan salah satu organ vital bagi kehidupan manusia. Khususnya berfungsi pada sistem pernapasan manusia. Bertugas sebagai tempat pertukaran oksigen yang dibutuhkan manusia dan mengeluarkan karbondioksida yang merupakan hasil sisa proses pernapasan yang harus dikeluarkan dari tubuh, sehingga kebutuhan tubuh akan oksigen tetap terpenuhi. Udara sangat penting bagi manusia, tidak menhirup oksigen selama beberapa menit dapat menyebabkan kematian. Itulah peranan penting paru-paru. Organ yang terletak di bawah tulang rusuk ini memang mempunyai tugas yang berat, belum lagi semakin tercemarnya udara yang kita hirup serta berbagai bibit penyakit yang berkeliaran di udara. Ini semua dapat menimbulkan berbagai penyakit paru-paru.

 

Tuberkulosis (TBC)

  • Penyebab: Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menular melalui percikan ludah saat penderita batuk.
  • Gejala: Batuk berdahak lebih dari tiga minggu. Dapat juga disertai batuk yang mengeluarkan darah. Penderita akan mengalami demam khususnya pada siang atau sore, berkeringat pada malam hari. Nafsu makan menurun sehingga mengakibatkan badan menjadi kurus.
  • Pencegahan dan solusi: Bila ada teman, tetangga atau anggota keluarga yang mengalami gejala tersebut, ada baiknya Anda menyarankan untuk memeriksakan ke dokter untuk mengetahui apakah batuknya merupakan penyakit TBC atau tidak. Karena kadangkala penyakit batuk sering dianggap sepele, padahal penyakit ini dapat membunuh seseorang bila tidak segera ditangani dan dapat menular kepada orang lain.
  • Pengobatan: Pengobatan untuk TBC bila sudah diketahui sejak dini sebenarnya tidak terlalu mahal dan mudah untuk disembuhkan karena sudah ada obat yang disediakan pemerintah. Bila diperlukan, penderita TBC dapat juga dikarantina di tempat khusus agar tidak menularkan penyakitnya.Penyakit ini juga sebenarnya merupakan salah satu penyakit yang sudah ditaklukan, tetapi belakangan kembali menyerang. Salah satunya adalah karena penderita tuberkulosis ini tidak menghabiskan obat mereka. Obat harus diminum secara teratur selama 6 sampai 9 bulan untuk menyembuhkan penyakit ini. Tidak menghabiskan obat dapat menyebabkan penderita tidak dapat sembuh dan menyebabkan obat tidak mampu lagi melawan kuman karena kuman menjadi kebal.

 

Asma

  • Penyebab: Penyebab asma adalah penyempitan sementara pada saluran pernapasan yang dapat menyebabkan penderitanya merasakan sesak napas. Penyempitan terjadi pada pembuluh tenggorokan. Faktor keturunan sangat berperan pada penyakit ini, bila ada orangtua atau kakek nenek yang menderita penyakit ini dapat menurun kepada anak atau cucunya.Alergi terhadap sesuatu seperti debu, perubahan suhu, kelembaban, gerak badan yang berlebihan atau ketegangan emosi dapat meyebabkan alergi sehingga selaput yang melapisi pembuluh akan membengkak dan mengeluarkan lendir yang berlebihan sehingga pembuluh menjadi sempit dan penderita sulit bernapas. Walau serangan sesak napas dapat hilang sendiri, tetapi serangan berat bila tidak ditangani dapat menyebabkan kematian karena penderita tidak dapat bernapas.
  • Gejala: Sesak napas disertai suara mengi (wheezing) Pencegahan dan solusi: Hindari hal-hal yang dapat menyebabkan alergi pada penderita sehingga terjadi serangan asma. Misalnya dengan membersihkan debu pada kasur, bantal atau selimut. Hindari suhu dan kelembaban yang ekstrim, binatang piaran atau makanan yang dapat menimbulkan alergi.
  • Pengobatan: Untuk mengatasi serangan asma adalah dengan menggunakan obat pelega (bronchodilator) dengan cara dihirup. Cara lainnya adalah dengan melakukan terapi yang akan mengajarkan bagaimana caranya rileks dan mengatur napas apabila terjadi serangan asma. Bila penyakit asma sudah berat, dapat menggunakan obat pelega setiap hari sampai serangan asma dapat dikontrol. Maka, dianjurkan bagi penderitanya untuk selalu membawa obat pelega ke manapun dia pergi agar dapat segera digunakan apabila terjadi serangan.

 

Bronkitis

  • Penyebab: Penyakit bronkitis karena peradangan pada bronkus (saluran yang membawa udara menuju paru-paru). Penyebabnya bisa karena infeksi kuman, bakteri atau virus. Penyebab lainnya adalah asap rokok, debu, atau polutan udara.
  • Gejala: Batuk disertai demam atau dahak berwarna kuning bila disebabkan oleh infeksi kuman. Sedangkan bila bersifat kronik, batuk berdahak serta sesak napas selama beberapa bulan sampai beberapa tahun.
  • Pencegahan dan solusi: Meningkatkan daya tahan tubuh merupakan salah satu pencegahan yang dapat dilakukan. Sedangkan untuk mencegah bronkitis kronik adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok juga menghindari asap rokok agar tidak menjadi perokok pasif yang sangat berbahaya.
  • Pengobatan: Untuk pengobatan bila disebabkan oleh bakteri atau kuman dapat diatasi dengan meminum antibiotik sesuai anjuran dokter. Bila disebabkan oleh virus, biasanya digunakan obat-obatan untuk meringankan gejala.

 

Pneumonia

  • Penyebab: Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada jaringan paru (parenkim) yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Umumnya disebabkan oleh bakteri streptokokus (Streptococcus) dan bakteri Mycoplasma pneumoniae.
  • Gejala: Batuk berdahak dengan dahak kental dan berwarna kuning, sakit pada dada, dan sesak napas juga disertai demam tinggi.
  • Pencegahan dan solusi: Selalu memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dapat mencegah agar bakteri tidak mampu menembus pertahanan kesehatan tubuh. Biasakan untuk mencuci tangan, makan makanan bergizi atau berolahraga secara teratur.
  • Pengobatan: Apabila telah menderita pneumonia, biasanya disembuhkan dengan meminum antibiotik.

 

Emfisema

  • Penyebab: Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.
  • Gejala: Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas. Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema.
  • Pencegahan dan solusi: Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.

 

Kanker Paru-paru

  • Penyebab: Kanker telah menjadi penyakit yang mematikan, bahkan kanker paru-paru merupakan pembunuh pertama dibandingkan kanker lainnya. Sel tumor atau kanker yang tumbuh di paru-paru dialami oleh penderita kanker paru-paru. Kanker dapat tumbuh di jaringan ini dan dapat menyebar ke bagian lain.Penyebab utamanya adalah asap rokok yang mengandung banyak zat beracun dan dihisap masuk ke paru-paru dan telah terakumulasi selama puluhan tahun menyebabkan mutasi pada sel saluran napas dan menyebabkan terjadinya sel kanker.

    Penyebab lain adalah radiasi radio aktif, bahan kimia beracun, stres atau faktor keturunan.

  • Gejala: Batuk, sakit pada dada, sesak napas, batuk berdarah, mudah lelah dan berat badan menurun. Tetapi seperti pada jenis kanker lainnya, gejala umumnya baru terlihat apabila kanker ini sudah tumbuh besar atau telah menyebar.
  • Pencegahan dan solusi: Menghindari rokok dan asap rokok juga banyak mengkonsumsi makanan bergizi yang banyak mengandung antioksidan untuk mencegah timbulnya sel kanker.

Karena penyakit pada paru-paru terutama disebabkan oleh asap rokok, maka Anda sebaiknya segera menghentikan kebiasaan ini dan jangan mencoba untuk memulainya bagi Anda yang belm pernah merokok. Hindari juga untuk menjadi perokok pasif yang bahkan lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Sayangi paru-paru, hindari penyakit paru-paru, dan Anda dapat bernapas dengan lebih lega.

1. Pneumonia

Pneumonia adalah sebuah penyakit pada paru-paru di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi “inflame” dan terisi oleh cairan. Pneumonia dapat disebabkan oleh beberapa penyebab, termasuk infeksi oleh bakteria, virus, jamur, atau parasit. Pneumonia dapat juga disebabkan oleh iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau terlalu banyak minum alkohol.

Gejala

Gejala yang berhubungan dengan pneumonia termasuk batuk, sakit dada, demam, dan kesulitan bernafas. Alat diagnosa termasuk sinar-x dan pemeriksaan sputum.

Perawatan

Tergantung dari penyebab pneumonia; pneumonia disebabkan bakteri dirawat dengan antibiotik.

Pneumonia adalah penyakit umum, yang terjadi di seluruh kelompok umur, dan merupakan penyebab kematian peringkat atas di antara orang tua dan orang yang sakit secara kronik. Vaksin untuk mencegah beberapa jenis pneumonia tersedia. Prognosis untuk individu tergantung dari jenis pneumonia, perawatan yang cocok, komplikasin lainnya, dan kesehatan orang tersebut.

Salah satu kasus Pneumonia yang mempunya tingkat kematian tinggi pada saat ini adalah kasus Pneumonia yang disebabkan oleh Flu burung

2. 2. Kanker paru-paru

Penyakit Kanker Paru-paru tergolong dalam penyakit kanker yang mematikan, baik bagi pria maupun wanita. Dibandingkan dengan jenis penyakit kanker lainnya, seperti kanker prostat, kanker usus, dan kanker payudara, penyakit kanker paru-paru dewasa ini cenderung lebih cepat meningkat perkembangannya.

Penyakit kanker paru-paru adalah sebuah bentuk perkembangan sell yang sangat cepat (abnormal) didalam jaringan paru yang disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan sell atau ekspansi dari sell itu sendiri. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak.

Penyakit kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh merokok (87%), sedangkan sisanya disebabkan oleh zat asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.

  • Klasifikasi Penyakit Kanker Paru-Paru
    Ada pengklasifikasian dari penyakit kanker paru-paru, Ini dilihat dari tingkat penyebarannya baik dijaringan paru itu sendiri maupun terhadap organ tubuh lainnya. Namun pada dasarnya penyakit kanker paru-paru terbagi dalam dua kriteria berdasarkan level penyebarannya:

1.     Kanker paru-paru primer
Memiliki 2 type utama, yaitu Small cell lung cancer (SCLC) dan Non-small cell lung cancer (NSCLC). SCLC adalah jenis sell yang kecil-kecil (banyak) dimana memiliki daya pertumbuhan yang sangat cepat hingga membesar. Biasanya disebut “oat cell carcinomas” (karsinoma sel gandum). Type ini sangat erat kaitannya dengan perokok, Penanganan cukup berespon baik melalui tindakan chemotherapy and radiation therapy.

Sedangkan NSCLC adalah merupakan pertumbuhan sell tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru. Misalnya Adenoma, Hamartoma kondromatous dan Sarkoma.

 

2.     Kanker paru sekunder
Merupakan penyakit kanker paru yang timbul sebagai dampak penyebaran kanker dari bagian organ tubuh lainnya, yang paling sering adalah kanker payudara dan kanker usus (perut). Kanker menyebar melalui darah, sistem limpa atau karena kedekatan organ.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Paru-paru
    Tanda dan gejala kanker paru ini hanya akan muncul saat perkembangan abnormal sell ini semakin parah kearah stadium yang lebih lanjut, dan ini memerlukan waktu bertahun-tahun sejak awal perkembangannya. Bahkan ada kemungkinan tidak menampakkan adanya tanda dan gejala khusus, melainkan hanya tampak jika dilakukan X-ray. Namun jika beberapa tanda dan gejala dibawah ini apabila dirasakan, sebaiknya segeralah periksa ke dokter :

1.     Batuk-batuk yang lama pada orang merokok

2.     Kesulitan bernafas (nafas pendek)

3.     Batuk mengeluarkan darah (meskipun jumlah sedikit)

4.     Sering mengalami infeksi paru (pneumonia atau bronchitis)

5.     Adanya nyeri dada, bahu dan bagian punggung

6.     Suara yang berubah dari biasanya

7.     Batuk lebih dari 2 minggu pada orang yang tidak merokok

8.     Lainnya seperti susah menelan, leher dan wajah tampak membengkak, nafsu makan berkurang, hilangnya berat badan, cepat lelah atau lemah.

 

  • Penyebab Penyakit Kanker Paru-paru
    Penyebab terbesar adalah merokok, Sedangkan lainnya adalah disebabkan adanya kontaminasi udara sekitar oleh zat asbes, polusi udara oleh asap kendaraan ataupun pembakaran termasuk asap rokok. Ada beberapa kasus penyakit yang memicu terjadinya penyakit kanker paru-paru ini, yaitu penyakit TBC dan Pneumonia. Kedua penyakit ini dapat menimbulkan perlukaan pada jaringan sell organ paru sehingga mensupport terjadinya pertumbuhan sell abnormal didalam rongga tersebut. Biasanya kanker paru yang berkembang dari kasus ini adalah jenis adenocarcinoma (adenoma).
  • Penanganan dan Treatment Penyakit Kanker Paru
    Penanganan dan treatment atau pengobatan yang dilakukan pada orang yang terdiagnosa mengalami penyakit kanker paru akan tergantung dari tingkat stadiumnya, kemungkinan dilakukannya operasi, serta kondisi umum si Penderita. Hal ini tidak terlepas dari riwayat serta penyebab dari adanya kanker paru tersebut tentunya. 

    Beberapa langkah yang biasa dilakukan adalah:

  • Tindakan operasi pembedahan mengangkat sell kanker
  • Tindakan Therapy Radiasi
  • Tindakan Therapy Kemotherapy
  • Tindakan penyuntikan {Photodynamic (PTD)}

Pemberian Nutrisi dan supplement dapat mengurang gejala yang disebabkan oleh kanker paru. Vitamin D dan Fe sangat baik untuk diberikan oleh penderita penyakit kanker paru, Begitu pula dengan makanan antioxidant seperti blueberri, cherri, dan buah tomat.

 

 

 

 

 

Kanker paru-paru adalah tumor berbahaya yang tumbuh di paru-paru. Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru; tetapi kanker paru-paru bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru.

Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling sering terjadi, baik pada pria maupun wanita. Kanker paru-paru juga merupakan penyebab utama dari kematian akibat kanker.

Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru), kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari:

1.  Karsinoma sel skuamosa

2.  Karsinoma sel kecil atau karsinoma sel gandum

3.  Karsinoma sel besar

4.  Adenokarsinoma

Karsinoma sel alveolar berasal dari alveoli di dalam paru-paru. Kanker ini bisa merupakan pertumbuhan tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru.

Tumor paru-paru yang lebih jarang terjadi adalah:

1.  Adenoma (bisa ganas atau jinak)

2.  Hamartoma kondromatous (jinak)

3.  Sarkoma (ganas)

Limfoma merupakan kanker dari sistem getah bening, yang bisa berasal dari paru-paru atau merupakan penyebaran dari organ lain. Banyak kanker yang berasal dari tempat lain menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usus besar, prostat, ginjal, tiroid, lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit.

Penyebab

Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru.

Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja. Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.

Peranan polusi udara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas. Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga.

Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.

3. 3. Tuberkolosis atau TBC

Adalah infeksi karena bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat merusak paru-paru tapi dapat juga mengenai sistem saraf sentral (meningitis, sistem lymphatic, sistem sirkulasi (miliary TB), sistem genitourinary, tulang dan sendi.

Jenis-jenis

  • Tuberkulosis paru, dikonfirmasi secara bakteriologik dan histologik
  • Tuberkulosis paru, tidak dikonfirmasi secara bakteriologik dan histologik
  • Tuberkulosis pada sistem syaraf
  • Tuberkulosis pada organ lainnya
  • Tuberkulosis millier

4. 4. Asbestosis

Adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas.

Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut. Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi paru-paru).

Penyebab

Menghirup serat asbes bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) di dalam paru-paru. Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang dan mengempis sebagaimana mestinya. Beratnya penyakit tergantung kepada lamanya pemaparan dan jumlah serat yang terhirup.

Pemaparan asbes bisa ditemukan di industri pertambangan dan penggilingan, konstruksi dan industri lainnya. Pemaparan pada keluarga pekerja asbes juga bisa terjadi dari partikel yang terbawa ke rumah di dalam pakaian pekerja.

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh asbes diantaranya:

  • Plak pleura (klasifikasi)
  • Mesotelioma maligna
  • Efusi pleura.

Gejala

Gejala asbestosis muncul secara bertahap dan baru muncul hanya setelah terbentuknya jaringan parut dalam jumlah banyak dan paru-paru kehilangan elastisitasnya.

Gejala pertama adalah sesak nafas ringan dan berkurangnya kemampuan untuk melakukan gerak badan. Sekitar 15% penderita, akan mengalami sesak nafas yang berat dan mengalami kegagalan pernafasan.

Perokok berat dengan bronkitis kronis dan asbestosis, akan menderita batuk-batuk dan bengek. Menghirup serat asbes kadang-kadang dapat menyebabkan terkumpulnya cairan pada ruang antara kedua selaput yang melapisi paru-paru. Meskipun jarang, asbes juga bisa menyebabkan tumo pada pleura yang disebut mesotelioma atau pada selaput perut yang disebut mesotelioma peritoneal.

Mesotelioma yang disebabkan oleh asbes bersifat ganas dan tidak dapat disembuhkan. Mesotelioma umumnya muncul setelah terpapar krokidolit, satu dari 4 jenis asbes. Amosit, jenis yang lainnya, juga menyebabkan mesotelioma.Krisotil mungkin tidak menyebabkan mesotelioma tetapi kadang tercemar oleh tremolit yang dapat menyebabkan mesotelioma. Mesotelioma biasanya terjadi setelah pemaparan selama 30-40 tahun.

Kanker paru-paru akan terjadi pada penderita asbestosis yang juga merokok, terutama mereka yang merokok lebih dari satu bungkus sehari.

Penyembuhan

Pengobatan suportif untuk mengatasi gejala yang timbul adalah membuang lendir/dahak dari paru-paru melalui prosedur postural drainase, perkusi dada dan vibrasi. Diberikan obat semprot untuk mengencerkan lendir. Mungkin perlu diberikan oksigen, baik melalui sungkup muka (masker) maupun melalui selang plastik yang dipasang di lubang hidung. Kadang dilakukan pencangkokan paru-paru. Mesotelioma berakibat fatal, kemoterapi tidak banyak bermanfaat dan pengangkatan tumor tidak menyembuhkan kanker.

Pencegahan

Asbestosis dapat dicegah dengan mengurangi kadar serat dan debu asbes di lingkungan kerja. Karena industri yang menggunakan asbes sudah melakukan kontrol debu, sekarang ini lebih sedikit yang menderita asbestosis, tetapi mesotelioma masih terjadi pada orang yang pernah terpapar 40 tahun lalu.

5. 5. Bronkitis

Adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru).

Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.

Penyebab

Bronkitis infeksiosa disebabkan oleh virus, bakteri dan organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia)

Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernafasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:

  • Sinusitis kronis
  • Bronkiektasis
  • Alergi
  • Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak.

Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh:

  • Berbagai jenis debu
  • Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromin
  • Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida
  • Tembakau dan rokok lainnya.

Gejala

Gejalanya berupa:

  • batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan)
  • sesak nafas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan
  • sering menderita infeksi pernafasan (misalnya flu)
  • bengek
  • lelah
  • pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan
  • wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan
  • pipi tampak kemerahan
  • sakit kepala
  • gangguan penglihatan.

Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, yaitu hidung meler, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan nyeri tenggorokan.

Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau.

Pada bronkitis berat, setelah sebagian besar gejala lainnya membaik, kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu.

Sesak nafas terjadi jika saluran udara tersumbat. Sering ditemukan bunyi nafas mengi, terutama setelah batuk. Bisa terjadi pneumonia.

Pengobatan

Untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisa diberikan aspirin atau acetaminophen; kepada anak-anak sebaiknya

 

 

 

Gejala seperti batuk-batuk, sesak napas, atau sakit di daerah dada mungkin saja menunjukkan bahwa ada yang tidak beres dengan paru-paru Anda. Dengan mendeteksinya lebih cepat, ini akan membantu agar penyakit ini tidak semakin lama dan bertambah parah. Informasi berikut tentang macam-macam masalah pada paru-paru beserta pencegahan dan solusinya, semoga dapat membantu untuk mendeteksi kesehatan paru-paru Anda.

Tuberkulosis (TBC)

  • Penyebab: Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menular melalui percikan ludah saat penderita batuk.
  • Gejala: Batuk berdahak lebih dari tiga minggu. Dapat juga disertai batuk yang mengeluarkan darah. Penderita akan mengalami demam khususnya pada siang atau sore, berkeringat pada malam hari. Nafsu makan menurun sehingga mengakibatkan badan menjadi kurus.
  • Pencegahan dan solusi: Bila ada teman, tetangga atau anggota keluarga yang mengalami gejala tersebut, ada baiknya Anda menyarankan untuk memeriksakan ke dokter untuk mengetahui apakah batuknya merupakan penyakit TBC atau tidak. Karena kadangkala penyakit batuk sering dianggap sepele, padahal penyakit ini dapat membunuh seseorang bila tidak segera ditangani dan dapat menular kepada orang lain.
  • Pengobatan: Pengobatan untuk TBC bila sudah diketahui sejak dini sebenarnya tidak terlalu mahal dan mudah untuk disembuhkan karena sudah ada obat yang disediakan pemerintah. Bila diperlukan, penderita TBC dapat juga dikarantina di tempat khusus agar tidak menularkan penyakitnya.Penyakit ini juga sebenarnya merupakan salah satu penyakit yang sudah ditaklukan, tetapi belakangan kembali menyerang. Salah satunya adalah karena penderita tuberkulosis ini tidak menghabiskan obat mereka. Obat harus diminum secara teratur selama 6 sampai 9 bulan untuk menyembuhkan penyakit ini. Tidak menghabiskan obat dapat menyebabkan penderita tidak dapat sembuh dan menyebabkan obat tidak mampu lagi melawan kuman karena kuman menjadi kebal.

Asma

  • Penyebab: Penyebab asma adalah penyempitan sementara pada saluran pernapasan yang dapat menyebabkan penderitanya merasakan sesak napas. Penyempitan terjadi pada pembuluh tenggorokan. Faktor keturunan sangat berperan pada penyakit ini, bila ada orangtua atau kakek nenek yang menderita penyakit ini dapat menurun kepada anak atau cucunya.Alergi terhadap sesuatu seperti debu, perubahan suhu, kelembaban, gerak badan yang berlebihan atau ketegangan emosi dapat meyebabkan alergi sehingga selaput yang melapisi pembuluh akan membengkak dan mengeluarkan lendir yang berlebihan sehingga pembuluh menjadi sempit dan penderita sulit bernapas. Walau serangan sesak napas dapat hilang sendiri, tetapi serangan berat bila tidak ditangani dapat menyebabkan kematian karena penderita tidak dapat bernapas.
  • Gejala: Sesak napas disertai suara mengi (wheezing) Pencegahan dan solusi: Hindari hal-hal yang dapat menyebabkan alergi pada penderita sehingga terjadi serangan asma. Misalnya dengan membersihkan debu pada kasur, bantal atau selimut. Hindari suhu dan kelembaban yang ekstrim, binatang piaran atau makanan yang dapat menimbulkan alergi.
  • Pengobatan: Untuk mengatasi serangan asma adalah dengan menggunakan obat pelega (bronchodilator) dengan cara dihirup. Cara lainnya adalah dengan melakukan terapi yang akan mengajarkan bagaimana caranya rileks dan mengatur napas apabila terjadi serangan asma. Bila penyakit asma sudah berat, dapat menggunakan obat pelega setiap hari sampai serangan asma dapat dikontrol. Maka, dianjurkan bagi penderitanya untuk selalu membawa obat pelega ke manapun dia pergi agar dapat segera digunakan apabila terjadi serangan.

Bronkitis

  • Penyebab: Penyakit bronkitis karena peradangan pada bronkus (saluran yang membawa udara menuju paru-paru). Penyebabnya bisa karena infeksi kuman, bakteri atau virus. Penyebab lainnya adalah asap rokok, debu, atau polutan udara.
  • Gejala: Batuk disertai demam atau dahak berwarna kuning bila disebabkan oleh infeksi kuman. Sedangkan bila bersifat kronik, batuk berdahak serta sesak napas selama beberapa bulan sampai beberapa tahun.
  • Pencegahan dan solusi: Meningkatkan daya tahan tubuh merupakan salah satu pencegahan yang dapat dilakukan. Sedangkan untuk mencegah bronkitis kronik adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok juga menghindari asap rokok agar tidak menjadi perokok pasif yang sangat berbahaya.
  • Pengobatan: Untuk pengobatan bila disebabkan oleh bakteri atau kuman dapat diatasi dengan meminum antibiotik sesuai anjuran dokter. Bila disebabkan oleh virus, biasanya digunakan obat-obatan untuk meringankan gejala.

Pneumonia

  • Penyebab: Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada jaringan paru (parenkim) yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Umumnya disebabkan oleh bakteri streptokokus (Streptococcus) dan bakteri Mycoplasma pneumoniae.
  • Gejala: Batuk berdahak dengan dahak kental dan berwarna kuning, sakit pada dada, dan sesak napas juga disertai demam tinggi.
  • Pencegahan dan solusi: Selalu memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dapat mencegah agar bakteri tidak mampu menembus pertahanan kesehatan tubuh. Biasakan untuk mencuci tangan, makan makanan bergizi atau berolahraga secara teratur.
  • Pengobatan: Apabila telah menderita pneumonia, biasanya disembuhkan dengan meminum antibiotik.

Emfisema

  • Penyebab: Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.
  • Gejala: Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas. Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema.
  • Pencegahan dan solusi: Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.

Kanker Paru-paru

  • Penyebab: Kanker telah menjadi penyakit yang mematikan, bahkan kanker paru-paru merupakan pembunuh pertama dibandingkan kanker lainnya. Sel tumor atau kanker yang tumbuh di paru-paru dialami oleh penderita kanker paru-paru. Kanker dapat tumbuh di jaringan ini dan dapat menyebar ke bagian lain.Penyebab utamanya adalah asap rokok yang mengandung banyak zat beracun dan dihisap masuk ke paru-paru dan telah terakumulasi selama puluhan tahun menyebabkan mutasi pada sel saluran napas dan menyebabkan terjadinya sel kanker.Penyebab lain adalah radiasi radio aktif, bahan kimia beracun, stres atau faktor keturunan.
  • Gejala: Batuk, sakit pada dada, sesak napas, batuk berdarah, mudah lelah dan berat badan menurun. Tetapi seperti pada jenis kanker lainnya, gejala umumnya baru terlihat apabila kanker ini sudah tumbuh besar atau telah menyebar.
  • Pencegahan dan solusi: Menghindari rokok dan asap rokok juga banyak mengkonsumsi makanan bergizi yang banyak mengandung antioksidan untuk mencegah timbulnya sel kanker.

Karena penyakit pada paru-paru terutama disebabkan oleh asap rokok, maka Anda sebaiknya segera menghentikan kebiasaan ini dan jangan mencoba untuk memulainya bagi Anda yang belm pernah merokok. Hindari juga untuk menjadi perokok pasif yang bahkan lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Sayangi paru-paru, hindari penyakit paru-paru, dan Anda dapat bernapas dengan lebih lega

Posted in Tugas Sekolah | 2,418 Comments

Cahaya Untuk Sahabatku

by: Windah Dwi Nuraini

Dijah,Faisah dan juga Ade adalah cewek paling terkenal di kelasnya. Semua orang ingin berteman dengannya.Tapi,berteman dengan mereka tidaklah semuda yang kita bayangkan!. Mereka memang cantik,gayanya keren,dan juga tajir.Tapi,mereka belum pernah pacaran!. Semua cowok tidak berani nembak dia,cowok itu  takut di tolak sama mereka.Apalagi selera mereka ber-3 sangatlah tinggi.

***

Setelah bel istirahat berbunyi,Dijah,Ade dan Faisah tidak keluar kelas seperti biasanya.Mereka Tinggal dikelasnya untuk ngerjain PR Fisika yang sebentar akan diperiksa.

“ Dijah!,kamu nggak mau ngerjain PR? “ Tanya Ade

“ nggak….” Jawab Dijah dengan santai

“ loh kok nggak dikerjain? “ Tanya Faisah

“ Males…” Jawab Dijah lagi dengan santai “ Emangnya kamu berdua sudah selesai?” Tanya Dijah

“ baru mau dikerja! “ jawab Faisah sambil melihat buku Windah,siswa yang paling pintar dikelasnya.Windah adalah murid kesayangan para guru. Tidak ada yang tahu Kehidupan Windah bagaimana,yang mereka tahu windah adalah cewek yang sangat pintar

Tidak lama kemudian,bel masuk pun berbunyi.

“  Aduhh..!! gimana nih! Bel udah berbunyi!….aduhhhh” Kesal Ade

“Ahh! Kenapa sih  bel masuk cepat banget bunyi! “ Kata Faisah dengan kesal

“ hmm santai aja kali,,,berdoa aja Pak Ashar nggak masuk “ Kata Dijah dengan santai

“huuu! Kalau pak Ashar masuk gimana?” Tanya Ade

“yaaa…kita sama-sama di hukum..” jawab Dijah

“ Eh..aku punya Ide! “ kata Faisah sambil senyum sembari memamerkan lesungpipinya

“ idea pa?” Tanya Dijah dan Ade bersamaan

“ Gimana kalau buku windah kita sembunyiin? Spaya dia juga di hukum bareng kita! “ kata faisah

“ iya! Itu ide cemerlang!..” kata Ade

“ hahaha..jadi buku yang kamu tiru tadi itu…bukunya windah lagi ya?”Tanya Dijah

“iya la! Sapalagi”kata ade

“ tanpa sepengetahuan windah lagi?” Tanyanya lagi

“hahaha iya…” jawab Ade.

“kalau gitu..kita sembunyikan dimana?” Tanya Faisah

“Di………. DI KELAS DZAKI!” jawab Dijah karena melihat Dzaki yang bercerita di depan kelasnya.Dzaki adalah cowok yang meneruti semua suruhan Ade,Dijah dan Faisah,asalkan Dzaki dibayar oleh mereka.Dzaki salah satu cowok yang kehidupannya misterius.

“bagus juga tuh! Kalau gitu kita panggil aja Dzaki ! “ kata Faisah

“ Dzaki!! DZAKI! “

“ Apa?” Tanya Dzaki sambil berjalan masuk ke bangku Ade.

“kita mau kamu sembunyikan buku windah di dalam tas kamu!” kata Dijah

“ dan jangan bilang sapa-sapa” kata Faisah

“ nih ambil…cepat kamu ke kelasmu dan masukin buku ini di dalam tasmu! Nanti windah liat bukunya disembunyikan!” kata Ade

“ oke! Trus bayarannya berapa?” Tanya Dzaki

“aduh!….urusan itu sebentar! Yang penting kamu sembunyikan bukunya tanpa sepengetahuan windah! Cepetan! Pak ashar uda ada!” kata Ade.

Setelah itu,Dzaki pun berlari menuju kelasnya dengan melewati windah yang sedang berjalan masuk kelas. Pak ashar pun duduk di kursi dan siap menagih PR. PR diperiksa sesuai dengan Apsen. Setelah semua laki-laki sudah naik memeriksa PRnya,sekarang giliran perempuan.

“ ADE NURMALA!” Teriak Pak Ashar

Ade pun berjalan ke meja guru.sampainya di meja guru…

“Maaf pak,saya nggak kerja PR..” kata Ade

“Apa? KALAU BEGITU….KAMU BERDIRI DI DEPAN PAPAN TULIS!” Teriak pak Ashar dengan nada yang tinggi

“Selanjutnya,FAISAH IRFANI!” Teriak pak Ashar

Setelah namanya dipanggil,faisah langsung berdiri samping Ade.

“ tidak kerja juga?” Tanya Pak ashar

“iya pak” jawab faisah

“ SIAPA LAGI YANG TIDAK KERJA!?” TERIAK Pak Ashar dengan marah

“saya pak” kata dijah sambil mengangkat tangannya.Dijah pun berjalan menuju ke papan tulis.

Sementara itu,Windah sibuk mencari buku Prnya. Setelah membolak-balik buku yang ada di tasnya dan melihat bukunya tidak ada,perlahan-lahan Windah nengangkat tangannya.

“ Windah,kamu tidak kerja PR?’ Tanya pak Ashar

“ Aku kerja pak,tapi aku nggak tau bukunya dimana…tapi perasaan aku,bukunya ada kok dalam tasku..” jawab windah dengan gemetar

“ Tapi kalau bapak suruh kamu kerja sekarang kamu bisa?’ Tanya pak Ashar lagi

“iya pak! bisa!” jawab Windah dengan gembira.

Windah pun mengerjakannya dengan mudah.

“pak! Kok windah di beri kesempatan si?” Tanya Ade

“ Iya pak..” kata faisah

“seharusnya kita juga diberi kesempatan!”kata ade

“okey bapak beri kamu kesempatan,Ade kamu jawab No.4,Dijah kamu jawab No 8,dan Faisah kamu Jawab No.9.tuliskan cara dapatnya di papan tulis!”kata Pak Ashar

“Ha!”Teriak ketiganya

“ tidak bisa kan?” kata Pak Ashar

Mereka bertiga hanya diam.Itu berarti mereka bertiga tidak bisa mengerjakannya.

***

Bel pulang pun berbunyi.

“okey anak-anak,minggu depan kita lanjutkan diskusi kita.Dan yang berdiri di depan papan tulis,minggu depan kalian harus hafal rumus  Fisika tentang Cahaya!”kata Pak Ashar sambil membereskan kertas-kertasnya.

“apa?”serentak mereka bertiga teriak

***

Setelah pak Ashar sudah keluar kelas,mereka bertigapun mengambil tasnya dan berjalan keluar kelas.Sesampainya di Gerbang sekolah,mereka bertemu dengan Dzaki.

“Dzaki!”teriak Faisah

“hey! Aku tadi ke kelas kamu,tapi kulihat dari jendela kelasmu……kamu berdiriya?” kata Dzaki

“iya!”kata Dijah

“oya! Ini buku Windah”kata Dzaki sambil memberikannya kepada Ade

“ kamu mau di bayar berapa?” Tanya ade

“mmm berapa aja deh!” jawab Dzaki

Ade pun mengambil dompetnya dan mengeluarkan uang 20.000.

“nih” Kata Ade sambil memberikan uang itu kapada Dzaki

Ternyata kejaidian itu tidak sengaja dilihat Windah.Windah jadi marah,dan ……

“O…ternyata kalian berempat yang sembunyikan buku PRku?! “ teriak windah

“ bu..bukan gitu windah”kata Dzaki

“jadi kenapa? Dzaki,aku tahu kenapa kamu mau seperti ini! Karena kamu mau bersahabat kan sama mereka ber-tiga? Aku akan beri tahu kejadian ini pada ayahmu Dzaki dan juga pada kepala sekolah!”kata Windah yang sudah berkaca-kaca.

“Jangan!” kata Dzaki

“kasih tahu aja! Kita nggak takut sama ancaman kamu!” kata Dijah

“ Eh,emangnya kenapa kalau kita yang sembunyikan buku kamu? Kamu itu bisa apa!..” kata Faisah

“ kamu hanya bisa nangis! Seperti sekarang ini!” kata Ade

“Aduhh sudah-sudah….mendingan kita pulang saja!” kata Dzaki

Setelah itu,mereka berempat(ade,dijah,faisah,dan Dzaki) pulang dengan tidak merasa bersalah kecuali Dzaki.Dzaki takut kalau ayahnya mengetahui kejadian ini.

***

Keesokan harinya, windah yang diam di bangkunya dikejutkan dengan kedatangan Ade,Dijah dan Faisah

“Eh,katanya mau ngadu?..” kata Faisah

“ mana?” kata Dijah

“ aku kan udah bilang kamu itu nggak bisa apa-apa selain nangis !”kata Ade

“ aku sudah laporin kejadian ini kepada ketua yayasan sekolah ini!” kata Windah

“ ha! Ketua yayasan?” kaget Ade

“Jangan-jangan Ayahnya Dzaki ketua yayasan di sekolah ini..windah kan sempat bilang kalau dia akan laporkan kejadian ini ke ayahnya Dzaki dan juga kepsek..” kata Dijah dalam hati

“ eh guys daripada kita bicara sama orang ini…mending ke kelas Dzaki!” Usul Dijah

Dijah,Faisah dan Ade pun pergi meninggalkan windah sendiri di kelas . sesampainya di kelas Dzaki,mereka bertiga melihat Dzaki yang sedang menangis

“Dzaki! Kamu kenapa?” kata Ade

“ ayahnmu sudah tahu kejadian ini?” Tanya dijah

“i..i..iya” kata Dzaki dengan tersedu-sedu

“ ternyata dugaanku benar! Pasti ayahnya Dazki adalah ketua yayasan di sekolah ini! “ kata dijah dalam hati

“ sudah Dzaki…” kata Faisah

“ Disini gelap sekali! kalau pagi-pagi kita harus mendapatkan cahaya matahari untuk kesehatan tubuh kita!…Kain Hordennya harus dibuka biar terang!…aku buka ya! Inilah cahaya untuk sahabatku!” kata Ade sambil membuka kain horden dan jendela

“ terimah kasih..” kata Dzaki

“ kita akan menjadi sahabatmu Dzaki! Perjuangan yang kamu lakukan selama ini membuat kita ingin bersahabat sama kamu!” kata Faisah

“ dan kita akan bersamamu dalam suka maupun duka!” kata Dijha

“ kalian tidak bercanda?” tanya Dzaki

“ untuk apa bercanda?” Jawab Ade

“ terimah kasih teman-teman!” kata Dzaki sambil menghapus air matanya.

***

Akhirnya Bel pulang berbunyi,Ade,Dijah dan Faisah pun pergi menemui Dzaki di kelasnya bermaksud untuk mengajaknya pulang bersama. Awalnya Dzaki tidak percaya ajakan mereka bertiga,tapi karena melihat Ade yang tidak pernah bercanda,Dzaki pun menerima ajakannya lalu pulang bersama. Tapi ternyata Dzaki tidak langsung diantar pulang,mereka ber-empat singgah di sebuah Kafe

“ jadi,apa yang kita lakukan sekarang?” Tanya Dzaki

“ yaa  makan “ kata Faisah

“o ya Dzaki,aku mau nanya..Bokap kamu itu ketua yayasan ya?” Tanya Dijah tiba-tiba.mereka berdua ( ade,faisah) langsung menatap Dijah

“ kamu kok nanya gitu?” kata Ade

“ nggak penasaran aja!” jawab Dijah

“ gini Dijah,bokap aku itu bukan ketua yayasan di sekolah kita,melainkan di SMP 11…bokap aku itu bersahabat sama bokapnya Windah! Jadi kalau windah cerita sama bokapnya…..yaaa pasti bokapnya cerita sama ayahku…gitu” jawab Dzaki

“ ooo bererti kamu tahu dong apa perkerjaan ayahnya Windah!” kata Dijah

“ aku nggak tahu pekerjaan bokapnya apa…tapi yaaa ituu..yang kalian tahu semua” jawab Dzaki

“ apa? Aku nggak pernah tahu tentang ayahnya windah! SUMPAH!” kata dijah

“ha! Kalian bertiga nggak taukalau ayah windah itu..” kata Dzaki

“ apa?” teriak ade,dijah,faisah

“ ketua yayasan di sekolah kita! Alias pemilik yayasan!” kata Dzaki

Mendengar pernyataan Dzaki,Dijah,Ade,dan Faisah menjadi kaget! Bagaimana tidak,dia sudah membuat windah setiap hari menangis!.

“ astaga …..kita harus minta maaf sama windah! Sebelum kita di skors sama kepsek!” kata Faisah

“ iyaa…” kata Dijah

“ nggak bisa! Aku tidak mau minta maaf sama windah!” kata Ade

“ kenapa” kata Faisah dan Dzaki

“Dijah! Faisah! kamu kan tahu,kenapa kita bisa seperti ini kepada windah? Masih ingat nggak?”kata Ade

“ iyaaa” kata Dijah dan Faisah

“ kenapa?” Tanya Dzaki

“o iya.. Dzaki kamu harus tahu! Kalau aku bertiga jahat sama Windah,karna windah selalu dekat sama orang yang aku suka!” kata Ade

“ memangnya kamu suka sama sapa?” Tanya Dzaki

“ aku su..kaaa sama cowok yang bernama ALLAN! Dan Windah selalu dekat sama Allan! Pulang,datang selalu sama Allan!” kata Ade

“ astaga….allan kaka kelas kita?” Tanya Dzaki

“ iya..” kata Ade

“ dia itu sepupunya Windah! Ayahnya menyuruh Allan untuk menjagai Windah!” kata Dzaki

Setelah mendengar itu,ade,faisah,dan dijah kembali kaget! Ade sangat merasah bersalah begitu juga dengan Dzaki,dijah dan faisah.saat mereka terdiam,handfhone Dijah berdering. Setelah dijah menerima panggilan tersebut,dijah kaget dan segera ingin pulang

“ kok kamu mau pulang?” Tanya Faisah

“maaf besok aku akan ngasih tahu kalian! Aku harus buru-buru! Dah” kata Dijah yang sedang berjalan ke parkiran untuk mencari mobilnya

“kenapa si dia…”

Semua penasaran dengan dijah..

***

Keesokannya,saat di sekolah Dijah tidak datang sekolah. Karena sudah menunggu lama,ade,faisah dan Dzaki minta maaf deluan.Ade membujuk windah agar mereka ber-empat tidak dihukum.Akhirnya windah menerima permintaan maaf mereka ber-tiga.

“ ngomong-ngomong dijah mana?” Tanya windah

“nggak tahu…mungkin nggak datang ke sekolah!” jawab ade

“ooo…..”kata windah

“o ya win…katanya kamu sepupuan sama Allan?” Tanya Ade

“ iya..” jawab windah “ o ya Ade,jangan kasih tahu siapa-siapa ya…klau Allan itu suka sama kamu!” kata windah

“ha?”kata Ade kaget

“ Ade itu juga suka sama Allan..” kata Faisah

“kalau gitu…saling suka dong! Pacaran aja!” kata Dzaki

“iya! Nanti aku Tanya ka’Allan untuk nembak  kamu!” kata Windah

“kamu serius?”Tanya Ade

Windah mengangguk

“thank’s windah” kata Ade senang

***

Keesokan harinya Windah,Dzaki,Ade dan faisah datang cepat.kemudian, tak lama menunggu didepan kelas Dzaki,Dijah sudah datang.Mereka ber-empat pung menghampiri dijah yang sedang jalan ke kelasnya.wajah dijah kelihatan sedih,matanya bengkak.ditanyainya katanya karena sudah menangis seharian kemarin. Semuanya penasaran dengan dijah.Ade pun menagih janji dijah,kalau ia akan menceritakan masalahnya.

“sebelumnya aku minta maaf sama kamu windah…” kata Dijah

“ iya nggak papa kok” kata windah

“ orang tuaku bercerai..”kata dijah sambil menangis.ternya di balik keceriaan Dijah tersimpan luka yang sangat dalam

Semua orang terdiam mendengar pernyataan Dijah.

“ aku turut berduka cita..” kata Mereka ber empat (windah,Dzaki,Ade,faisah)

“hmm..hmm aku tahu ini berita sangat buruk..tapi dijah kamu tu nggak boleh nangis terus! Kamu kan yang bilang sendiri kalau nangis itu nggak ada artinya” kata Ade

“iya…sudah…” kata Windah Dan Dzaki

“ayo dong…senyum” kata Faisah

“kayaknya sekarang hati Dijah ….gelap de..” kata Dzaki

“ maksudnya?” Tanya Faisah

“ maksudnya..kayaknya saat ini  hati dijah nggak mau dengar perkataan orang lain!” kata Dzaki

“ kalau begitu kita semua akan memberikan cahaya untuk sahabatku,,DIJAH!” Kata Ade

“maksudnya?”Tanya Dzaki

“hahaha maksudnya,kita akan memberikan jalan yang benar,memberikan kebahagiaan,agar dijah tidak tersesat!” kata Windah

“ooo” kata Dzaki

“makasih ya!” kata dijah senyum

“yehh gitu dong!”kata Faisah

“o ya,ade! Mungkin  Allan sudah nunggu kamu tuh dari tadi di belakang sekolah!” kata Windah mengingatkan

“jadi,Allan itu ..”kata Dijah

“Allan itu sepupunya Windah” kata Faisah

“yuk kita semua ke sana!” ajak Dzaki

Mereka berlima pun kebelakang sekolah. Ternyata benar,Allan sudah ada.ade pun ditembak olah allan. Dan Ade langsung menerima Allan,mereka berdua pun berpacaran

“Akhirnya…saat-saat inilah yang Ade tunggu!” kata Dijah

“iya..” kata ade malu

“hmm kalau begitu aku pergi ke kelas dulu ya! “ kata Allan

“ iyaa.” Kata Ade

“jadi…kita ber-lima sahabatan ni?” Tanya Dzaki

“ya iyalah pake nanya lagi!” kata Faisah ,ade,dan Dijah

“jadi……kamu itu nerima aku jadi sahabat kalian?”Tanya Windah

“iya windah..”kata Dijha

“okey..jadi nama persahabatan kita ini apa?” Tanya Dzaki

“gimana kalau ….5 bintang yang bersinar…” usul faisah

“kepanjangan!”kata Ade

“Gimana kalau Fivestars!”usul Dijah

“setuju!”teriak Windah,faisah,Dzaki,dan Ade

Mereka pun menjadi sahabat yang baik, tidak ada lagi dendem antara mereka ,karena Windah Ade bisa pacaran sama Allan,dan Karena Dzaki,Ade,faisah,dan dijah bisa tahu kehidupan windah.

Posted in Cerpen | 3,972 Comments

About me

Saya seorang anak yang memiliki impian menjadi penulis terkenal.  Kuawali langkahku dengan bersekolah di TK Bhayangkari Brimob Pa’baeng-Baeng Makassar. Kulanjutkan ke SD Negeri Sungguminasa 1 Gowa, saat ini aku menjadi siswa akselarasi di SMPN 1 Sungguminasa.

Cerita-ceritaku akan kubagi melalui webblogs ini agar tidak berlumut di harddisk notebookku. Semoga para pembaca memberikan respon yang positif pada cerita-ceritaku.

Posted in Uncategorized | 7,007 Comments

Hari yang buruk (rene)

by. Windah Dwi Nuraini

Terlihat seorang anak perempuan berlari kearah pintu gerbang sekolahnya dengan membawa payung merah muda berbintik-bintik merah sapa lagi kalau bukan Alise,teman kelas Rene. Saat itu hujan sangat deras. Memang disana terlihat seorang anak perempuan berkacamata yang berdiri  menunggu jemputan.

Tangan anak perempuan berpayung melambaikan kearah anak berkacamata. Terlihat ingin mengajak pulang bersama. Tapi Rene,anak berkacamata itu tidak merespon lambaian tangan Alise.

Mata Rene hanya tertuju pada pohon mangga yang tumbuh besar di samping gedung sekolahnya. Seolah kagum dengan buahnya yang banyak. Sesekali melihat jam tangannya,terlihat raut wajah yang kesal.

Langkah Alise tambah cepat, berlari dibawah hujan yang sudah sedikit redah. “Rene!” teriak Alise.

Rene berbalik seketika melihat Alise yang sudah ada di depannya. Rene hanya senyum, tidak berniat menyapa.

“ hei! Kamu mau ikut? Aku pulang ke rumah nenek” Tanya Alise sambil menyandarkan payungnya di lantai teras gerbang pintu sekolahnya

Rene diam,tidak memberi respon sama sekali. Sudah berkali-kali seperti ini, Rene sering diajak pulang bareng. Terkadang…. kalau Alise  pulang ke rumah neneknya. Mungkin Rene minder,karena sering pulang gratis,diantar pakai taksi.

“ hei…kamu kenapa?” tanyanya lagi

Rene menggelengkan kepalanya sambil mengatakan “ maaf “

Alise menghela nafas. Lalu mengangkat payungnya ke atas kepalanya.Alise senyum kemudian berbalik dan berjalan lambat. Alise berbalik..

“ aku pulang ya!” kata Alise

“ iya..”

Rene senyum, melihat taksi yang sudah ada di pintu pagar sekolahnya. Kemudian menunduk setelah taksi itu pergi.

Berjalan bolak balik dari sisi kanan pintu ke sisi kiri pintu gerbang sekolahnya,sambil mengerutkan dahinya. Menunggu jemputannya tiba.

Hujan sudah reda,tapi ibu Rene tak kujung datang. Rene sudah lelah berdiri,dan memutuskan untuk duduk di lantai. Lalu menyandarkan punggungnya ke pintu yang sudah lama tertutup.

Mata Rene mulai berkaca-kaca. Bagaimana tidak,anak kelas 6 SD yang sudah pulang dari jam satu belum juga dijemput. Padahal jam tangan Rene sudah menujukkan pukul dua lewat.

Rene sudah menangis,hanya suara tangisannya yang kecil terdengar di tempat itu. Rene menyesal tidak menerima ajakan Alise.

Suara tangisan Rene terdengar sampai pintu pagar sekolahnya, dan didengar oleh seseorang  yang mengendarai mobil sedan merah yang berjalan masuk ke halaman sekolah Rene.

Mobil itu berhenti,kemudian turun seorang wanita  yang berlari kearah Rene. Rene berbalik melihat wanita itu. Kemudian memukulnya,ternyata itu ibunya. Rene memukul ibunya,karena merasa kesal sama ibunya.

“ maafkan mama nak..” kata Ibunya yang mencoba membujuk Rene untuk berdiri dari lantai teras sekolah.

Rene menatap mata ibunya. Lalu berdiri dan masuk ke mobil.

***

Rene terlihat tidak marah lagi. Sambil melihatke kaca spion mobilnya,Rene senyum. Rene sering senyum,setiap bertemu dengan cermin.

“ mama dari mana?” Tanya Rene sambil menatap mata ibunya

“ mama baru pulang mengajar…”

“ kenapa lama?” tanyanya lagi

“ ada tambahan belajar…”

“ooo”

Rene kemudian melihat ke handphone ibunya yang tersimpan di laci mobilnya. Kemudian mengambil handphone itu. Rene membuka file pesan,kemudian inbox. Terlihat banyak sms masuk dari  Pak  Ardi, orang yang selalu datang ke rumahnya.

Dibacanya satu-satu

Ibu Gita ada dimana?,saya sudah ada di tempat = sms yang pertama

Gita adalah nama ibunya

Bu Gita,saya sudah berangkat ke kafe,saya tunggu ya = sms yang kedua

Ooo ibu masih mengajar… = sms yang ketiga

Ibu,bisa tidak kita bertemu di kafe Angel? ada yang saya mau bicarakan= sms yang terakhir

Rene menghela nafas,kali  ini Rene tahu kalau ibunya berbohong. Tapi Rene tidak mau bicara,Rene mengerti kalau ibunya tidak mau memberi apa yang dibicarakannya di kafe.

Handphone itu kemudian di taruhnya kembali,dan melihat keluar jendela. Tapi,tiba-tiba Rene mengerutkan dahinya,ternyata ia lupa malihat waktu masuknya sms itu. Ingin melihatnya lagi tapi…. Rene takut ibunya curiga. Rene kemudian kembali melihat keluar jendela,tidak jadi mengambil handphone itu lagi.

Rene tidak sadar kalau jalan yang ditempuh bukanlah jalan menuju ke rumahnya. Rene baru menyadarinya saat telah sampai di sebuah kafe.

Mata Rene melotot,kemudian mencari nama kafenya. A ha! Dapat! Rene menengok ke atas,dan ternyata nama kafenya adalah kafe Angel!.

Rene sadar kalau ibunya belum ke kafe itu. Rene kemudian tersenyum,karena ibunya tidak bohong.

Ibunya lalu menutup semua jendela mobil. Dan mesin mobil dimatikan. Setelahnya,ia turun dan berjalan ke depan pintu Rene,dan membukakan into untuk Rene,dan Renepun turun.

“kita mau apa disini?” Tanya Rene yang berpura-pura tidak tahu apa-apa

“makan! Dan..bertemu dangan Om Ardi!” seri ibunya

Rene diam,ternyata ibunya tidak pernah bohong. Mareka  kemudian masuk ke kafe. Saat masuk,Rene sudah melihat Om Ardi yang melambaikan tanganya. Ibunya kemudian berjalan ke tempat duduk Pak Ardi.

Rene melangkah dengan lambat. Merasa bosan dengan Pak Ardi,cowok yang selalu memberi bunga ke ibunya. Kali ini,hal itu terjadi lagi. Entah sudah yang ke berapa kali. Bunga mawar yang indah sudah ada di tangan ibunya.

Rene menghela nafas,melihat ke aquarium yang penuh dengan ikan Koi. Rene tidak ingin duduk dengan cowok yang suka dengan ibunya. Lagi pula,tempat duduk yang di pilih Pak Ardi hanya cocok untuk dua orang saja.

Ibunya lalu melihat kearah Rene. Hanya senyum,Rene lalu diam.

Hanya sebentar,Pak Ardi sudah pulang

“ Ren,om pulang dulu ya!” kata Pak Ardi

“ iya om” jawab Rene

Rene kemudian berjalan menuju ke ibunya yang sedang melihat daftar menu kafe Angel.

“kamu mau pesan apa?’ Tanya ibunya

“ Rene sama  mama saja” kata Rene sambil menjatuhkan pantatnya di kursi Empuk

“kalau begitu,Nasi goreng seafood 2,sama jus Alvokatnya juga 2” kata ibunya sambil melihat ke pelayan

“ iya bu,tunggu 10 menit ya bu” kata pelayan

“iya..”kata ibunya

***

Sampai di rumah, Rene langsung ke kamarnya. Melihat ke foto keluarganya yang dulu masih utuh,tapi sekarang sudah tidak.

Ayah dan ibu Rene sudah lama berpisah. Hanya karena masalah spele,keduanya memilih jalan pengadilan. Kejadian itu sangatlah buruk. Dan Rene tidak ingin mengingat hari itu.

Rene menangis,rindunya kepada ayanhnya sudah sangat dalam. Tapi tidak mungkin Rene bertemu dangan ayahnya. Kini ayahnya sudah memulai hidup baru dan tinggal di kota yang lain.

Setelah melepas sepatunya,Rene berbaring ke ranjang.  Tetapi belum sampai 5 menit berbaring,terdengar suara handphone. Dari nadanya,itu bunyi handphone ibunya. Tak lama kemudian terdengar seseorang yang lagi berbicara.

Rene turun dari tempat tidurnya,dan memakai sandal rumahnya. Lalu berjalan ke pintu  kamarnya dan membuka pintunya secara pelan.

Terlihat ibunya sedang asyik menelfon.

“pasti itu pak Ardi” degung Rene

Rene lalu menutup pintu kamarnya dengan nada yang keras. Membuat ibunya langsung berbalik kearah kamar Rene.

“eh,sudah dulu ya,sebentar nelfon lagi” kata ibunya yang sedang berbicara di telfon

Ibunya lalu beranjak dari sofa ruang tamu,dan berjalan  ke pintu kamar Rene. Lalu mengetok pintu kamar Rene.

“ Ren!,kamu kenapa nak?”  tanya ibunya dengan cemas

Rene tak kunjung jawab. Tak lama kemudian terdengar lagu yang di putar Rene. Ibunya menganggap Rene tidak apa-apa setelah mendengar lagu itu.

Ibunya kemudian kembali ke ruang tamu,menunggu talfon yang masuk

Tak lama kemudian,handphonennya berbunyi. Dan ternyata itu Pak Ardi,orang yang menelfonnya tadi. Ia pun asyik menelfon lagi,sampai lupa dengan perasaan anaknya,RENE.

***

Pukul empat,ibunya berhenti menelfon. Ibunya lalu mencari  air untuk menghilangkan dahaga hausnya saat nelfon. Dengan memegang gelas tinggi berisikan air putih, ia berjalan ke kamar anaknya.

Radio yang tadi dinyalakan Rene,masih mengeluarkan suara yang berupa music. Ibunya lalu mengetuk pintu kamar Rene. Tapi ternyata pintunya tidak terkunci. Jadi,ibunya tidak perlu menunggu Rene untuk membuka pintunya.

Ibunya lalu masuk. Terlihat Rene yang berbaring di tempat tidurnya,tapi tidak tidur. Ibunya lalu duduk di springbed Rene. Rene sontak berbalik badan,karena merasakan seseorang disampingnya.

“ada apa ma?” Tanya rene tak senang

“ada yang mau mama bicarakan…” kata ibunya dengan memengang tangan Rene

“apa ma?. Disini saja ma…bicaranya” kata Rene yang mengetahui ibunya akan menariknya ke ruang nonton untuk berbicara

“okey. Tadi…Pak Ardi nelfon ka…”

“ aku tahu kok” kata Rene yang memutus pembicaraan ibunya

“hmm iya,dia bilang…dia akan melamar mama kamu setuju tidak?” Tanya ibunya

“apa?!!!” teriak Rene kaget “ aku. tidak .mau!” sambung Rene

“ kenapa? Padahal Pak Ardi baik…”kata ibunya

“Pak Ardi memang baik pada mama,tapi kepada aku? Dia tidak baik!” bentak Rene

Ibunya diam,hanya menatap mata anaknya yang sudah mengeluarkan air mata. Ibunya menggeleng tunduk . kemudian menangis.

“ maafkan Rene ma, Rene tidak setuju” kata Rene pelan

Ibunya lalu keluar dari kamar Rene. Rene menatap kepergian ibunya. Rene tidak menyesal ,hanya saja sedih. Begitupun ibunya.

***

2.

Matahari yang silau membuat mata Rene terbuka. Tidak ada suara ibunya,yang biasanya teriak membangunkannya.

Tidak ada suara,kecuali suara talevisi yang menyala. Kali ini Rene tahu,kalau ibunya malah asyik menelfon.

Ia lalu mengusap matanya,dan turun dari tempat tidurnya. Mencari handuk di kamar mandi tapi tidak ada. Dan Rne mendapatkan handuk di atas kursi meja belajarnya.

Ia pun masuk kekamar mandi,dan menyalakan keran air. Terdengar suara nyanyian lagu yang dinyanyikan oleh Rene.

Tak lama Renepun keluar. Dengan memakai handuk bewarna pink,ia berjalan ke lemari pakaiannya. Ia mengambil pakaian batik sekolahnya serta rok pendek bewarna merah,ia juga tak lupa mengambil pakaian dalam.

Rene langsung memakainya,dan bersisir rapi. Tak lupa memakai bando yang sering dipakainya,dan di sesuaikan dengan warna baju yang dipakainya.

Setelah semuanya selesai,Rene berjalan ke samping kamar mandi untuk mengambil kaos kaki dan sepatu sekolahnya. Dipakainya satu per satu.

Tak lama kemudian,Rene mendengar suara mobil yang datang. Pasti itu Pak Ardi!. Rene sudah tahu,jam berapa Pak Ardi akan datang saat pagi,saat siang,dan malam.

Gara-gara Pak Ardi datang,terkadang Rene disuruh ibunya untuk pergi naik taksi sendiri. Rene tambah benci sama Pak Ardi kalau begitu.

Rene langsung keluar dari kamarnya,disana sudah terlihat Pak Ardi yang duduk berhadapan dengan ibunya di ruang tamu. Dan ditangan ibunya juga sudah ada bunga Mawar putih.

“hai Rene!” sapa Pak Ardi

Rene hanya senyum terpaksa,dan berjalan melewati ibunya dan Pak Ardi.

“ hey…kamu kenapa?” Tanya ibuya “ itu tidak sopan Rene!” lanjut ibunya dengan nada yang cukup tinggi.

Langkah Rene terhenti karena perkataan ibunya. Rene berbalik ke belakang dan menatap mata Pak Ardi.

“ hai om..” sapa Rene dengan senyum terpaksa

Pak Ardi senyum,tapi ibunya tetap melotot kearah Rene. Baru kali ini Rene menyapa orang lain. Rene tidak punya sifat menyapa,ia lebih cuek.

“ ya sudah. kamu ke sekolah naik taksi” kata ibunya

Mata Rene berkaca-kaca,serasa tak ingin menuruti perkataan ibunya. Ia langsung lari keluar rumah,tak peduli teriakan ibunya.

Rene langsung lari ke jalan poros yang biasanya disana ia menuggu ankot. Tak lama,angkutan kota berhenti di depannya,sambil menangis Rene naik ke angkutan kota itu.

***

Dirumah,ibunya tidak menjawab semua pertanyaaan Pak Ardi,dia diam. Mungkin karena merasa bersalah.

“ Pak,mungkin hari ini saya harus beristirahat dulu,kepala saya pusing”kata ibunya sambil memegang kepalanya

“oh iya,kalau begitu saya pulang dulu”

“iya Pak hati-hati. Nanti saya bujuk Rene”

Pak Ardi menghela nafas “mm kalau memang tidak mau…yaaa jangan dipaksa bu”

Bu Gita hanya tersenyum,kali ini tak ingin berkomentar.

Sementara Pak ardi sudah enyalakan mesin mobil,Bu Gita masih cemas Rene tidak mungkin setuju kalau ibunya menikah dengan lelaki yang selalu membuatnya berangkat ke sekolah sendiri.

Setelah Pak Ardi pulang, Bu Gita pergi ke ruang keluarga untuk nonton. Tapi sampai disana,ia hanya melihat majalah yang berantakan. Dijatuhkannya pantatnya ke sofa yang empuk dan mengumpulkan majalah yang berantakan di atas meja.

Ia menjadi pusing,gara-gara Rene yang bersikap seperti orang yang tidak ingin bertemu lagi dengan Pak Ardi.

“ Rene….kamu tidak mengerti semua ini….kamu masih terlalu kecil untuk mengetahui permasalahan ini. Kalau kamu sudah besar,mama janji akan memberitahukan semuanya kepada  kamu” kata Bu Gita dalam hati

Setelah melihat majalah sepintas,ia berjalan kearah kamar Rene. Dibukanya pintu kamar Rene perlahan-lahan,terlihat di dalam kamar sangat bersih dan sejuk.

Ia masuk,dan duduk di ranjang tempat ia duduk sewaktu membujuk Rene. Matahari yang sudah panas,membuat Bu Gita berpindah tempak ke tempak yang tidak terkena sinar matahari.

Bu Gita duduk di kursi meja belajar Rene,disana sudah ada laptop,buku-buku yang berantakan dengan satu buku yang berwarna putih polos.

Ibunya penasaran,ditariknya buku itu dari susunan rak buku. Dibacanya dengan pelan “BUKU DIARYKU”

Dibukanya buku itu,banyak tersimpan foto keluarga mereka. Foto sewaktu Rene masih kecil,dan foto ibunya.

Dibacanya satu-satu tulisan yang telah digoreskan oleh Rene. Dan ibunya mendapat cerita tentang hari kemarin.

Dear Diary..

Hari ini….aku sangat sedih dan marah. mamaku membujukku untuk merestui pernikahannya dengan Pak Ardi,padahal aku tidak mau! Pak Ardi adalah orang terEGOIS di dunia ini! Hanya menyapa mamaku,mentraktir mamaku sehingga aku sering menunggu disekolah sampai jam 3 untuk dijemput! Dasar lelaki jahat! Kata mamaku aku masih kecil,tidak tahu apa-apa,padahal aku ini sudah sangat besar! Buktinya,mama sering mnyuruhku pergi sekolah sendri,pulang sendiri….itu semua karena Pak Ardi! Sampai kapanpun,aku tidak mau kalau Pak Ardi menjadi ayahku! Karena hanya satu ayahku,yaitu Ayah Rizal!

“apakah semua ini tulisan anakku?” Tanya Bu Gita sendiri

“Anakku sungguh membenci Pak Ardi” kata Bu gita dalam hati

***

“Rene!” teriak Alise

Rene memang sudah sampai di sekolah tapi pikirannya masih memikirkan tentang persoalan tadi

“hai Rene” sambung Alise

Rene hanya senyum,seperti biasa….Rene tidak berniat untuk menyapa balik. Padahal,Alise sangat ingin disapa oleh Rene.

“Rene… kamu membawa Rapormu? Bu Herni sudah memintanya…” Kata Alise yang mengikuti Rene

“tidak. Aku tidak tahu kalau Bu Dollar itu sudah meminta Rapor kita”jawab Rene

Akhirnya Rene ingin berbicara

“apa? Bu Dollar..?” tanyanya lagi

“iya! Di beri air minum saja…sudah senang  minta  ampun! Apalagi kalau uang,mungkin nilai kita sudah seratus di Rapor”

“mmm…tapi kamu tidak boleh bila..”

“bilangin Bu Herni? Itu urusan aku,bukan urusan kamu!” kata rene yang memutus pembicaraan Alise.

Rene langsung pergi. Rene memang begitu,kalau sudah emosi dia akan pergi. Tidak Dirumah,tidak di sekolah,semuanya dianggap sama.

Terkadang Alise kesal dengan tingkah Rene,tapi entah mengapa Alise tidak pernah mau tidak berteman dengan Rene. Ia menganggap Rene sangat baik. Maskipun sering dicuekin,tapi Alise yakin kalau Rene adalah orang yang sangat baik.

Tak lama kemudian Rene dikejutkan oleh seorang anak cowok.

“ hai Alise!” sapa Desta,seorang anak cowok yang sangat tampan.Semua teman kelasnya selalu menjodoh-jodohkan Desta dengan Alise.

“ hai” kata Alise dengan pelan

“ kamu kenapa? Kok mukamu murung begitu?” Tanya Desta “ karna Rene lagi?” sambung Desta

“ tidak juga..” jawab Alise

Sebenarnya Desta menyukai Alise,tapi kelihatannya Alise tidak menyukai Desta. Ia hanya menganggap Desta temannya,tidak lebih. Tapi Desta selalu berusaha untuk meyakinkan Alise,kalau dia benar-benar suka sama Alise.

Alise selalu berusaha menjauh dari Desta.

“Alise kamu mau kemana?” teriak Desta sambil melihat kearah Alise yang sudah jauh berjalan.

Tapi alise tak kunjung menjawab pertayaan Desta. Desta pun langsung berlari mengejar Alise. Tapi tiba-tiba,Alise berhenti.

“ kok berhenti?” Tanya Desta penasaran

“ lihat Rene” jawab Alise sambil menunjuk Rene yang duduk sambil menangis.

Mendengar pembicaraan itu,Rene mengangkat kepalanya dan melihat kearah Desta dan Alise. Tanpa berkata apa-apa,Rene langsung pergi. Tangisannya tambah keras. Bermaksud untuk menghibur,tapi malah tambah menangis.

“Rene itu kenapa?” Tanya Desta

“ dia punya masalah,mendingan kamu tidak usah mencampurinya” jawab Alise

Desta merunduk,dan perlahan-lahan berjalan pergi. Sempat berbalik

“Aku pergi dulu ya!” kata Desta

“iya!” kata Alise

***

Posted in Cerpen | 1,433 Comments

Ina (bagian 1)

Wajan yang dipenuhi dengan gorengan kue,kini sudah matang. Ika sudah menyiapkan tapian yang di selimuti dengan Koran. Diangkatnya gorengan yang telah matang dan ditiriskan disebuah mangkok yang berisi minyak bekas.

Setelah itu,ditumpahkannya gorangan itu ke tapian. Kemudian mengambil air untuk memadamkan api yang ada di tungku.

Tapian yang sudah berisikan gorengan bermacam-macam,ditutupnya lagi dengan Koran bekas. Diangkatnya tapian itu menuju keluar rumah. Tak salah lagi, ika ingin menjual gorengan itu.

Tapi saat berada di luar pintu,ika melihat adiknya yang sedang berlari dikejar Desta,anak yang cukup kaya. Rumahnya tak jauh dari rumah Ika,hanya berjalan sekitar 10 menit saja.

“ Ina! Kakak disini! “ teriak Ika yang tahu kalau adiknya berusaha menyembunyikan bola Desta.

Setelah mendengar teriakan itu,Ina langsung melemparkan bola Desta kearah kakaknya. Tapi ternyata Ika tidak bisa menangkap,tapian yang berisikan penuh gorengan tumpah karena terkena bola. Untung tidak jatuh semua.

Tapi tetap saja, rugi bagi Ika. Ina mendekat ke rumahnya,menatap mata kakaknya yang berkaca-kaca.

“ maaf kak…” kata Ina dengan pelan

Desta juga mendekat tak ingin berkata,hanya diam.

“ tak apa dek..kakak juga yang salah” kata Ika dengan melihat kearah Ina yang masih berumur 6 tahun.

Ina kemudian mengambil bola Desta yang masuk ke dalam rumahnya. Terlihat bolanya  kotor,karena banyak pasir basah yang melengket di bola itu.  Memang,rumahnya tidak bertehel hanya langsung tanah.

Dindingnya dan atapnya pun hanya terbuat dari seng. Inilah keadaan keluarga Ina. Apalagi,mereka tinggal ber-6 di dalam rumah itu. Dia,kakaknya Ika,kakaknya Iqbal,kakaknya Ira dan kedua orang tuanya.

Setelah dibersihkan oleh Ina,bolanya langsug diberikan ke Desta.

“ Makasih ya! Kalau begitu aku pulang dulu” kata Desta “ maaf ka’ Ika” lanjutnya

“tidak apa Desta” kata Ika

Desta kemudian berjalan keluar dari perumahan kumu,tempat tinggal Ika dan Ina. Ika lalu berjalan dengan pelan,sambil teriak “ kue! Kue!” suara Ika sudah sangat cocok dengan teriakan itu.

Ina senyum, melihat kakaknya yang sangat baik. Bukan Cuma baik tapi juga cantik. Tapi sayang,Ika hanya bisa lulus SD,karena kritis keuangan.

Saat ini ,dirumah tidak ada orang selain Ina. Semuanya  pergi kerja. Ada yang memulung, ada yang sebagai buruh, dan ada yang pergi menjual kue.

Ina mauk kedalam rumah,kali ini dia tidak bisa ke sekolah,untuk mengintip anak yang lagi belajar. Karena hari libur, Ina tidak melakukan kegiatan-kegiatan seperti biasanya.

Ina memang sangat pintar,dengan umurnya yang terbilang sangat muda,Ina sudah bisa membaca,menulis,berhitung dan menghafal. Tidak ada yang mengajarinya. Ina belajar sendiri,melalui hasil intipannya di SDI Nusa Bangsa.

Tiba-tiba pintu rumahnya terbuka,ternyata ibu dan kakaknya Ira,sudah pulang dari memulung. Ira adalah anak yang paling tua. Kemudian Iqbal,lalu Ika dan terakhir Ina.

“kakak sudah pulang? Kok cepat?” Tanya Ina yang sedang membuka lebar pintu rumahya

“ hari ini ada truk sampah.” Kata ibunya

“ooo” Ina mengangguk

Ira hanya diam. Setelah masuk ke rumah,Ira langsung duduk di tikar dalam rumah. Dengan menarik nafas panjang,Ira berkata kepada Ina

“dek..ambilin air minum dulu dek”

“ airnya habis kak. Kak Ika lupa angkat air”

“ooo…kalau begitu kamu angkat air dulu baru..” tiba-tiba Ira berhenti bicara.

Ira langsung berdiri kemudian keluar rumah dengan senyum kepada Ina. Ina bertanya

“kak,Ina nggak jadi angkat air?”

“gak usah..kakak saja”

“eee..ee Ina! Cepat ikuti kakakmu! Nanti dijalan pinsan,,,diakan sudah capek” kata ibunya yang duduk di kursi robek-robek

“iya bu” kata ina

****

Di perjalanan,banyak tetangga yang menyapa

“ei Ira,Ina”

Memang, keluarga ira dikenal dengan keluarga yang kerja keras. Setiap hari Ina ditinggal di rumah sendiri. Walau semuanya sudah bekerja,tapi hasil uangnya belum cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Akhirnya Ira dan Ina sudah sampai di sumur umum perumahan kumu. Ada banyak orang disana,ada yang lagi mandi,mencuci,dan sebagainya.

Disana sangat ramai,seakan-akan semuanya satu keluarga. Saling menyapa,saling membantu dan saling memberi.

Tapi,ternyata Ira lupa bawa ember.Ira dan Ina senyum karena kebodohannya yang lupa bawa ember. Keduanya tertawa,betapa indah rasanya.

“ bu eda..bisa pinjam embernya bu?” pinta Ira

“boleh..boleh ambil saja di rumah” kata bu eda.

Bu Eda tinggal pas disebelah sumur,jadi Ira dan Ina tinggal melangkah sedikit untuk ambil ember.

Dengan tawa,ceria keduanya mengangkat timba  yang sudah berisikan air. Keduanya bercanda,gembira terasa indah rasanya. Kegembiraannya tidak  ada yang menghalangi.

Meskipun belum pernah merasakan kemewahan yang dirasakan orang lain,tapi keluarganya tetap merasakan kegembiraan.

Setelah embernya penuh,Ira dan Ina langsung mengangkatnya. Masih tertawa juga!. Sampai dirumah mereka masih tertawa.

“eh kamu kenapa? Ketawa..ketawa”kata ibunya

“nggak ada apa-apa kok bu” kata Ira sambil senyum-senyum

Ira dan Ina langsung ke dapur untuk memasak air. Suara tawa masih terdengar. Ibunya tidak suka dengan suara itu.

“ kalian! Diam! Sudah susah masih saja ketawa-ketawa!” bentak ibunya

Keduanya lalu diam,walau masih tertawa kecil.

“kakak berhenti ketawa dong..kalau kakak ketawa Ina juga ikut ketawa..” kata sambil senyum.

“Hahahaa” keduanya kelihatan sangat gembira.

***

Jam dinding rumah menunjukkan pukul 4 siang,tapi Ika belum juga pulang. Ina duduk diluar rumah untuk menunggu kedatangan kakaknya yang ketiga.    (bersambung)

Posted in Cerpen | 4,966 Comments

Fivestars

Novel ini memang biasa,tapi novel ini menceritakan tentang orang yang hebat,dan luar biasa. Di saat lima orang yang menganggap dirinya adalah sahabat yang baik,tapi ternyata tidak. Buktinya saat salah satu dari lima orang ini berkhianat,tidak akan ada lagi perdamaian antara mereka,dan yang lemah,akan merasa sakit.

Novel By: Windah Dwi Nuraini M

Prolog

Seusai menonton Film kesayangannya, Ade masih terus memikirkan kejadian tadi pagi.  Saat Allan cowok kakak kelasnya datang ke sekolah bersama windah,cewek paling pintar di kelasnya. Sudah lama Ade mengagumi Allan. Tetapi Ade tidak ingin menyatakan perasaannya,mungkin karena gengsi. Apalagi Ade dan dua sahabatnya sangat terkenal di kelasnya.

Jam dinding sudah menujukkan pukul 12 tepat,tetapi ade tidak juga berpindah dari depan televisi yang ada di ruang keluarga rumahnya. Sambil memeluk boneka beruang besar,ade menangis. Berniat ingin curhat pada Dijah,salah satu sahabatnya, tetapi waktu tidak memungkinkan.

Sudah lima hari ade,Dijah,dan Faisah membuat Windah menangis,bukan karena sengaja,tetapi sekali lagi karena Windah selalu dekat sama Allan,cowok yang disukai Ade.

Sudah hampir jam satu malam,tapi ade tak kunjung tidur. Matanya sudah bengkak, belum pernah Ade seperti ini. Sesekali ade menengok jam dinding,tetapi setelahnya,Ade kembali menangis.

Setelah satu jam labih menangis, akhirnya Ade pergi ke kamarnya. Tetapi ternyata tidak untuk tidur,tapi untuk menulis cerita hari ini di buku hariannya.

Sabtu, 16 november 2008

Dear Diary…

Hari ini,…aku melihat Allan bersama Windah..kelihatan mereka sangat dekaaaat sekali. Aku berfikiran mereka pacaran….tapi,Dijah berfilling tidak. Hatiku kembali sakit diary.. aku ingin menyatakan cinta,tapi…aku..malu. Diary,aku sudah mencoba melupakan Allan,tapi tidak bisa. Setiap hari hatiku harus sakit karena melihat mereka ber-dua…….apa yang harus ku lakukan?..apa aku harus melupakannya? Atau aku harus menyatakan cinta padanya? Pliss…tolong aku!

Ya,terlihat dari kata-katanya,Ade sangat mengaharapkan Allan. Tetapi,semuanya hanya bisa Ade mimpikan. Dulu Ade menyangka kalau Allan suka sama dia,dari tatapan mata Allan ke dia,dari cara berbicara Allan ke dia,Ade sangat yakin. Tetapi setelah menunggu lama,Allan tak kunjung datang ke ade untuk  menyatakan cinta.

Ade berharap,Allan akan sadar kalau ada orang yang sangat cinta kepadanya.

Sinar pagi yang silau membuat mata Ade terbuka. Tidak ada panggilan untuk bangun,malah terdengar sepi di rumahnya.  Tapi ada satu suara yang terdengar,seperti orang yang sedang menyanyi. Tiba-tiba Ade ingat,kalau semalam ia lupa mematikan televisi. Ade lalu turun dari tempat tidurnya,walau masih setengah bangun,sambil menuju ke ruang keluarga ade menyisir rambutnya.

Setelah mematikan televisi, Ade melihat ke jendela. Biasanya,jam segini Ayah Ade sudah ada di taman depan rumahnya sambil meminum kopi dan membaca Koran. Tapi,kini tidak ada. Itu berarti ayahnya belum pulang. Lalu berbalik melihat Foto keluarganya,yang terpajang besar di ruang tamu rumahnya. Tapi sayang, keluarga yang lengkap hanya di foto saja,kini ibunya sudah tiada, karena kecelakaan mobil. Hari itu adalah hari terburuk bagi ade.

“ bibi!” teriak Ade

“ iya ..ada apa?” Tanya bibi yang sedang memegang kemoceng.

“ ayah belum pulang?” Tanya Ade sambil menjatuhkan pantatnya ke kursi.

“ belum..tapi tadi pagi,bapak menelfon. Bapak cari non,tapi non belum bangun jadi,bapak nitip pesan sama bibi untuk sampaikan kepada non,katanya bapak pulang hari selasa nanti.”

“ ya  udah bi..”

Setelah bibi pergi dan kembali membersihkan,Ade terdiam. Entah apa yang dipikirkannya. Tiba-tiba adik Ade, Rifa, datang duduk disampingnya dan menyalakan televisi, sambil mengontak-antik siaran di tv Rifa menguap dan bertanya

“ ayah mana?”

“ belum pulang” jawab Ade sambil berdiri,dan berjalan menuju kamanya

Tidak biasanya ade seperti ini,biasanya setiap minggu Ade pergi naik sepeda keliling kompleks.

Belum lama berada dalam kamarnya,Ade mendengar ketukan pintu disusul bunyi lonceng.Rifa pun berdiri untuk membuka. Ternyata Farit,teman SMP Ade. Farit sering datang ke rumah Ade,apalagi kalau hari minggu. Farit sudah berkali-kali menyatakan cinta,tetapi Ade sering menjawab dengan kalimat “ farit,aku itu anggap kamu teman,nggak lebih”

“ ka’ Ade! Ada Farit” teriak Rifa

“ tunggu!!” kata Ade

Setelah menuggu lima menit, ade pun keluar dari kamarnya dan berjalan ke ruang tamu rumahnya.

“ada apa?” kata Ade

“ tumben kamu nggak keluar rumah untuk naik sepeda..” kata farit

“ malas..kamu sendiri?”

“ aku naik sepeda ke sini. Aku mau ajak kamu naik sepeda”

“mm…tapi kayaknya hari ini nggak bisa deh,banyak PR!” kata Ade sambil senyum.”o ya,mau minum apa?”

“nggak usah…aku datang kesini Cuma mau ngajak kamu,tapi..yaaa karena kamu nggak mau,aku pamit pulang”

“loh kok buru-buru amat”

Farit hanya senyum. Memang manis kelihatannya. Senyuman Farit sudah biasa dilihat Ade. Jadi,Ade tidak perlu salah tingkah ketika melihat senyum Farit.

“ ok..”

“ aku pulang dulu ya! Sampai ketemu nanti!” kata Farit yang sedang naik ke sepedanya.

“iya..”

Ade lalu menutup pintu rumahnya,dan kemudian kembali masuk ke kamarnya. Kelihatannya Ade lagi tidak berselera untuk melakukan aktivitas.

***

Bunyi nyaring Bel sekolah telah berbunyi,yang menendakan pelajaran IPS berakhir. Kini semua siswa keluar untuk beristirahat. Tapi tidak dengan Dijah, Faisah  dan Ade. Mereka tinggal di kelas guna mengerjakan PR Fisika yang akan di periksa sebentar.

“ Dijah!,kamu nggak mau ngerjain PR? “ Tanya Ade

“ nggak….” Jawab Dijah dengan santai

“ loh kok nggak dikerjain? “ Tanya Faisah

“ Males…” Jawab Dijah lagi dengan santai “ Emangnya kamu berdua sudah selesai?” Tanya Dijah

“ baru mau dikerja! “ jawab Faisah sambil melihat buku Windah.

Tidak lama kemudian,bel masuk  berbunyi. Terlihat Ade dan faisah panik. Bagaimana tidak, PR yang dikerjakannya selama 15 menit itu belum selesai. PR itu memang 10 nomor,tapi setiap no.harus di selesaikan beserta caranya.

“  Aduhh..!! gimana nih! Bel udah berbunyi” Kesal Ade

“Ahh! Kenapa sih  bel masuk cepat banget bunyi! “ Kata Faisah dengan kesal

“ hmm santai aja kali,,,berdoa aja Pak Ashar nggak masuk “ Kata Dijah dengan santai

“huuu! Kalau pak Ashar masuk gimana?” Tanya Ade

“yaaa…kita sama-sama di hukum..” jawab Dijah

“ Eh..aku punya Ide! “ kata Faisah sambil senyum sembari memamerkan lesungpipinya

“ idea pa?” Tanya Dijah dan Ade bersamaan

“ Gimana kalau buku windah kita sembunyiin? Spaya dia juga di hukum bareng kita! “ kata faisah

“ iya! Itu ide cemerlang!..” kata Ade

“ hahaha..jadi buku yang kamu tiru tadi itu…bukunya windah lagi ya?”Tanya Dijah

“iya la! Sapalagi”kata ade

“ tanpa sepengetahuan windah lagi?” Tanyanya lagi

“hahaha iya…” jawab Ade.

“kalau gitu..kita sembunyikan dimana?” Tanya Faisah

“Di………. DI KELAS DZAKI!” jawab Dijah karena melihat Dzaki yang bercerita di depan kelasnya.

“bagus juga tuh! Kalau gitu kita panggil aja Dzaki ! “ kata Faisah

“ Dzaki!! DZAKI! “

“ Apa?” Tanya Dzaki sambil berjalan masuk ke bangku Ade.

“kita mau kamu sembunyikan buku windah di dalam tas kamu!” kata Dijah

“ dan jangan bilang sapa-sapa” kata Faisah

“ nih ambil…cepat kamu ke kelasmu dan masukin buku ini di dalam tasmu! Nanti windah liat bukunya disembunyikan!” kata Ade

“ oke! Trus bayarannya berapa?” Tanya Dzaki

“aduh!….urusan itu sebentar! Yang penting kamu sembunyikan bukunya tanpa sepengetahuan windah! Cepetan! Pak ashar uda ada!” kata Ade.

Setelah itu,Dzaki pun berlari menuju kelasnya dengan melewati windah yang sedang berjalan masuk kelas. Pak ashar pun duduk di kursi dan siap menagih PR. PR diperiksa sesuai dengan Apsen. Setelah semua laki-laki sudah naik memeriksa PRnya,sekarang giliran perempuan.

“ ADE NURMALA!” Teriak Pak Ashar

Ade pun berjalan ke meja guru.sampainya di meja guru…

“Maaf pak,saya nggak kerja PR..” kata Ade

“Apa? KALAU BEGITU….KAMU BERDIRI DI DEPAN PAPAN TULIS!” Teriak pak Ashar dengan nada yang tinggi

“Selanjutnya,FAISAH IRFANI!” Teriak pak Ashar

Setelah namanya dipanggil,faisah langsung berdiri samping Ade.

“ tidak kerja juga?” Tanya Pak ashar

“iya pak” jawab faisah

“ SIAPA LAGI YANG TIDAK KERJA!?” Teriak Pak Ashar dengan marah

“saya pak” kata dijah sambil mengangkat tangannya.Dijah pun berjalan menuju ke papan tulis.

Sementara itu,Windah sibuk mencari buku Prnya. Setelah membolak-balik buku yang ada di tasnya dan melihat bukunya tidak ada,perlahan-lahan Windah nengangkat tangannya.

“ Windah,kamu tidak kerja PR?’ Tanya pak Ashar

“ Aku kerja pak,tapi aku nggak tau bukunya dimana…tapi perasaan aku,bukunya ada kok dalam tasku..” jawab windah dengan gemetar

“ Tapi kalau bapak suruh kamu kerja sekarang kamu bisa?’ Tanya pak Ashar lagi

“iya pak! bisa!” jawab Windah dengan gembira.

Windah pun mengerjakannya dengan mudah.

“pak! Kok windah di beri kesempatan si?” Tanya Ade

“ Iya pak..” kata faisah

“seharusnya kita juga diberi kesempatan!”kata ade

“okey bapak beri kamu kesempatan,Ade kamu jawab No.4,Dijah kamu jawab No 8,dan Faisah kamu Jawab No.9.tuliskan cara dapatnya di papan tulis!”kata Pak Ashar

“Ha!”Teriak ketiganya

“ tidak bisa kan?” kata Pak Ashar

Mereka bertiga hanya diam.Itu berarti mereka bertiga tidak bisa mengerjakannya.

Dua jam kemudian,Bel pulang pun berbunyi.

“okey anak-anak,minggu depan kita lanjutkan diskusi kita.Dan yang berdiri di depan papan tulis,minggu depan kalian harus hafal rumus  Fisika tentang Cahaya!”kata Pak Ashar sambil membereskan kertas-kertasnya.

“apa?”serentak mereka bertiga teriak

Setelah pak Ashar sudah keluar kelas,mereka bertigapun mengambil tasnya dan berjalan keluar kelas.Sesampainya di Gerbang sekolah,mereka bertemu dengan Dzaki.

“Dzaki!”teriak Faisah

“hey! Aku tadi ke kelas kamu,tapi kulihat dari jendela kelasmu……kamu berdiriya?” kata Dzaki

“iya!”kata Dijah

“oya! Ini buku Windah”kata Dzaki sambil memberikannya kepada Ade

“ kamu mau di bayar berapa?” Tanya ade

“mmm berapa aja deh!” jawab Dzaki

Ade pun mengambil dompetnya dan mengeluarkan uang 20.000.

“nih” Kata Ade sambil memberikan uang itu kapada Dzaki

Ternyata kejaidian itu tidak sengaja dilihat Windah.Windah jadi marah,dan..

“O…ternyata kalian berempat yang sembunyikan buku PRku?! “ teriak windah

“ bu..bukan gitu windah”kata Dzaki

“jadi kenapa? Dzaki,aku tahu kenapa kamu mau seperti ini! Karena kamu mau bersahabat kan sama mereka ber-tiga? Aku akan beri tahu kejadian ini pada ayahmu Dzaki dan juga pada kepala sekolah!”kata Windah yang sudah berkaca-kaca.

“Jangan!” kata Dzaki

“kasih tahu aja! Kita nggak takut sama ancaman kamu!” kata Dijah

“ Eh,emangnya kenapa kalau kita yang sembunyikan buku kamu? Kamu itu bisa apa!..” kata Faisah

“ kamu hanya bisa nangis! Seperti sekarang ini!” kata Ade

“Aduhh sudah-sudah….mendingan kita pulang saja!” kata Dzaki

Setelah itu,mereka berempat(ade,dijah,faisah,dan Dzaki) pulang dengan tidak merasa bersalah kecuali Dzaki.Dzaki takut kalau ayahnya mengetahui kejadian ini.

***

“ Rifa!,..bibi!” teriak Ade sambil mengetuk pintu rumahnya

“ iyaa..iya tunggu “ teriak bibi.

Terdengar dari luar suara langkah kaki yang cepat. Setelah langkah itu terhenti,pintu pun sudah terbuka. Ade pun masuk,kemudian duduk di kursi ruang tamu sambil melepas sepatunya. Dari raut wajahnya,Ade terlihat senang. Mungkin karena sudah melihat windah menangis lagi.

“ non makan!” panggil bibi

“iya tunggu!”

Walau belum sempat ganti baju,Ade melangkah ke dapur rumahnya untuk makan. Disana sudah ada Rifa,yang siap untuk makan. Memang sepi kalau makan,apalagi kalau tidak ada ayah. Hanya berdua di meja makan…rasanya pasti tidak enak! Tapi Ade dan Rifa sudah biasa dengan keadaan ini.

“ kakak kok senyum-senyum sendiri?” Tanya Rifa

“ nggak…Cuma senang aja!”

“ mmm pasti…kakak lagi jatuh cinta ya??…ayo ngaku!”

“ Ah! Nggak…”

“ mm ngaku aja ka’ “

“ iya..iya…”

“ hahaha “

Memang hanya percakapan singkat, tapi mereka berdua masih bisa tertawa.

***

Setelah makan siang,ade ke kamarnya untuk ganti baju. Lalu keluar dengan pakaian serba hitam-putih. Sepertinya..Ade ingin keluar jalan-jalan. Sambil duduk du ruang keluarga,Ade memungut Koran yang masih rapih di meja. Kali ini Koran itu tidak berantakan,biasanya Koran yang ada di tiap pagi itu sangat berantakan. Mungkin kali ini tidak berantakan karena belum ada yyang membaca Koran itu. Apalgi ayahnya tidak ada dirumah.

Tidak lama kemudian,adiknya keluar dari kamarnya dan turun dari tangga dengan pelannya. Kali ini Roifa berpakaian serba abu-abu. Tapi itu tidak jadi masalah bagi Ade.

“ yuk!” ajak Rifa sambil menarik Ade yang lagi asyik membaca Koran

Sambil menghela nafas,Ade ikut dengan tarikan adiknya.

“ kali ini mau kemana” Tanya Ade dengan bigung

“ terserah….”

“ okey,cepat naik ke mobil,biar kakak yang nyetir”

“okey!”

Mereka lalu pergi. Mereka hanya ingin menyenangkan hatinya yang lagi rindu dengan suasana Mall. Sudah satu bulan terakhir ini mereka tidak pernah melihat suasana Mall, melihat pernak-pernik,dan juga mereka ingin ke Salon untuk memanjakan tubuh dan wajah mereka.

***

Hari ini Ade bangun lebih awal. Terlihat dari jendela kamarnya,langit masih gelap. Tapi,Ade sudah siap kesekolah. Saat memakai sepatu di teras depan rumahnya, sebuah mobil hitam berhenti di depan pagar rumahnya. Mobil itu seperti mobil ayahnya. Ade langsung loncat,setelah melihat plat mobil itu. Mobil itu ternyata mobil ayahnya,pantesen Ade loncat-loncat.

Setelah berpelukan,Ade langsung melepas sepatu yang sudah ada di kakinya. Dan masuk kerumah.

Mereka bercerita bersama,tetapi sebenarnya Ade tidak terlalu memerhatikan pembicaraan ayahnya,karena sesekali Ade menengok jam dinding yang tertempel di atas Foto keluarganya.

“ kalau begitu,ade berangkat sekolah ya!” kata Ade sambil salam sama ayahnya

“ iya nak hati-hati ya!” kata Ayahnya sambil mengantar Ade keluar rumah

***

Sesampainya di sekolah Ade langsung di sambut dengan Dijah dan Faisah. mereka bercerita sambil jalan ke kelasnya. Di dalam, Ade melihat windah yang lagi membaca buku. Tak lain dan tak bukan,pasti mau ganggu windah lagi. Mereka langsung menghampiri windah.

“Eh,katanya mau ngadu?..” kata Faisah

“ mana?” kata Dijah

“ aku kan udah bilang kamu itu nggak bisa apa-apa selain nangis !”kata Ade

“ aku sudah laporin kejadian ini kepada ketua yayasan sekolah ini!” kata Windah

“ ha! Ketua yayasan?” kaget Ade

“Jangan-jangan Ayahnya Dzaki ketua yayasan di sekolah ini..windah kan sempat bilang kalau dia akan laporkan kejadian ini ke ayahnya Dzaki dan juga kepsek..” kata Dijah dalam hati

“ eh guys daripada kita bicara sama orang ini…mending ke kelas Dzaki!” Usul Dijah

“ eh tunggu! Aku mau simpan tas dulu” kata Ade

Setelah simpan tas,mereka bertiga langsung berlari ke kelas Dzaki,setelah masuk,mereka melihat Dzaki sedang menangis. Entah apa yang membuat Dzaki menangis.

“Dzaki! Kamu kenapa?” kata Ade

“ ayahnmu sudah tahu kejadian ini?” Tanya dijah

“i..i..iya” kata Dzaki dengan tersedu-sedu

“ ternyata dugaanku benar! Pasti ayahnya Dzaki adalah ketua yayasan di sekolah ini! “ kata dijah dalam hati

“ sudah Dzaki…” kata Faisah

“mm disini gelap sekali,aku buka hordennya ya!” kata Ade sambil membuka kain horden dan jendela

“ terimah kasih..” kata Dzaki

“Dzaki sudah…aku ngerasa bersalah…kan gara-gara kita juga kamu gini..”kata Dijah

“ iya!”kata Ade dan Faisah

***

Akhirnya bel sekolah berbunyi, semua kelas sedah tidak terisi lagi dengan siswa-siswi. Belum cukup 5 menit,kelas mereka semua sudah kosong.

Ade dan Faisah sudah dari tadi nunggu di parkiran mobil, tapi Dijah tidak kelihatan. Ade berusaha menelfon handphone Dijah tapi katanya lagi sibuk.

“ kemana si Dijah!” kesal Faisah

“ mm emangnya pas keluar dia kemana?” Tanya Ade

“ nggak tau..dia itu tadi lari…aku kira mau ngejutin kita..”

“yaah..Dijah..”

Sambil melihat handphonenya yang lagi bordering, Ade dengan pelan memberitahukan isi pesan itu kepada Faisah

“ Ade,maaf.. aku sudah pulang. Jadi kalian nggak perlu tunggu aku lagi. Maaf aku nggak kasih tau kalian,soalnya ini juga mendadak.”

Sambil menghela nafas..

“ kenapa tidak bilang dari tadi..” kata Faisah sambil membuka pintu mobil

“ mungkin dia baru selesai nelfon” kata Ade yang berusaha membuat Faisah agar tidak marah.

***

Sambil melihat ke luar kaca,Ade melihat orang yang lagi tabrakan. Ade teringat akan peristiwa kecelakaan ibunya. Yang sudah terbaring tidak sadar di dalam mobil.

Orang yang tidak bertanggung jawab yang telah menabrak mobil ibunya,lari. Hanya orang-orang sekitar yang menolong ibunya. Dan kemudian di bawa ke rumah sakit terdekat. Tapi belum sampai di rumah sakit….Ade,Rifa dan ayahnya harus merelakan kepergian ibunya. Ade baru tahu kejadian itu,setelah ada telepon dari rumah sakit.

“ Ade,kamu kenapa?” Tanya Faisah dengan heran

“ nggak…aku Cuma ingat sama..”

“ sudah-sudah ..itukan masa lalu..”

“ walaupun masa lalu, tapi itu peristiwa yang sangat buruk,dan pasti tidak akan ku lupakan.”

“ jangan nangis dong..”

“nggak..aku Cuma kangen sama ibu..”

“ sudah ya!”

***

Sesampainya di rumah Faisah,ade berhenti di depan pintu pagar Rumah Faisah. Faisah turun lalu melambaikan tanganya. Setelah masuk dalam pagarnya, Ade pun pergi. Dan kemudian memutar arah untuk ke rumanhnya.

Ternyata Ade belum berhenti menangis,sampai di rumahnya pun Ade masih menangis. Sungguh sedih Ade.

Tuk..tuk.. itulah ketukan pelan yang di ketuk Ade

Tak lama kemudian bibinya membukaan pintu,setelah melihat Ade yang menangis,bibi membantunya masuk ke ruang tamu. Lalu membaringkan Ade yang sudah hampir jatuh.

Hanya satu yang Ade inginkan waktu itu,yaitu ayahnya.

‘ bi..bi..ayah ma..na?” Tanya Ade dengan lesu

“ mm ayah non,masih ada di kantor.”

“oo…iya maksih bi’ “

Lalu Ade bangun dari kursinya dan berjalan ke kamarnya,sambil membuka pintu kamarnya,Ade meminta

“ bi’ bikinin aku jeruk hangat ya..”

“ iya non.”\

***

“ Ade! Bangun nak,sudah jam 6!” teriak ayahnya

Tapi Ade tak kunjung bangun. Ia mengigil. Suhu badannya sangat tinggi. Ayahnya ingin masuk ke kamar Ade,tapi pintu kamarnya terkunci

“Ade,buka pintunya nak”

Tak ada balasan. Ayahnya mulai kawatir. Setelah berulang memanggil Ade,ayahnya lalu mendobrak pintu kamar Ade.BRAAKKK…. suara dobrakan yang sangat besar. Sampai-sampai Rifa yang lagi sarapan di meja makan, kaget mendengar suara itu.

Karena penasaran dengan suara itu,Rifa dan bibi ergi ke sumber suara. Ternyata yang di dobrak ayahnya adalah pintu kamar Ade.

Setelah dibuka,terlihat masih ada segelas jus yang tersimpan di atas meja kecil samping tempat tidur Ade. Ketika melihat Ade yang berkeringat,ayahnya menyentuh dahi Ade,dan ternyata Ade panas.

“ bibi !! cepat telepon dokter Adri! Suruh datang sekarang juga!” teriak ayahnya yang sedang panik

“ iya pak..”

Rifa lalu berjalan masuk ke kamar kakaknya saat ayahnya menyuruh bibi menelpon dokter.

“ kakak berkeringat sekali..padahal AC di kamar kakak nyala…” kata Rifa dengan nada yang rendah

“ Rifa,kamu nggak usah disini. Habiskan makanan kamu,lalu telepon pak Gelu untuk antar kamu ke sekolah”

“ iya ayah..”

Rifa pun berjalan keluar dengan pelan,memang Rifa sudah SMP kelas satu,tapi tingkahnya masih ke anak-kanakan.

“bibi sudah telepon!” teriak ayah

“ iya pak..katanya sudah mau menuju ke sini!” jawab bibinya yang sedang menuju ke kamar Ade

“kamu bilang secepatnya kan?”

“ iya pak”

Sementara itu Rifa sedang asyik menekan tombol teleponnya. Tak lama kemudian telepon itu diangkat

“ halo,paka Gelu..”

“ iya”

“pak aku disuruh ayah untuk nelfon pak Gelu,katanya pak Gelu harus datang ke rumah aku untuk antar aku ke sekolah”

“ o..iya,iya”

“ iya pak,datang nya sekarang ya pak!”

“iya..iya non”

Seusai menelfon,Rifa mlihat mobil Xeniasilver yang parker di depan rumahnya,ternyata itu dokter Adri.

“ silahkan masuk pak dokter” kata Rifa dengan pelan

“ iya,terima kasih”

Setelah melihat kedatangan dokter,bibi langsung menunjukkan kamar Ade. Mereka pun berjalan ke kamar Ade. Setelah sampai, di dalam kamar sudah ada Ayahnya yang duduk di samping Ade.

“ini dokter” kata bibi

“ iya terima kasih”

“silahkan masuk dokter” kata pak Dimas ( ayah Ade)

“ iya pak..iya pak”

Kemudian Dokter memeriksa Ade dengan teliti. Diperiksanya satu per satu bagian tubuh Ade. Tapi Dokter tidak menemukan penyakit.

“ mungkin anak bapak terlalu lelah,..dan juga strees..” kata Dokter tiba-tiba

“ jadi…anak saya tidak apa-apa?”

“ iya pak,ia harus beristirahat,paling lama lima hari..saya akan tuliskan obat yang bisa bapak beli di apotek”

“ iya dok..”

“ini pak”kata Dokter sambil memberikan sepucuk kertas

“ iya dok..”

“ kalau begitu saya pulang dulu”

“iya pak…silahkan,silahkan”

Dokter lalu keluar dari kamar Ade sambil bercerita dengan Pak Dimas.

Setelah Dokter pulang,ayah mencari Rifa,tapi ternyata Rifa sudah pergi sepuluh menit yang lalu.

***

“kayaknya,Ade nggak datang nih!” kata Faisah

“ mungkin terlambat” kata Dijah

“hmm memangnya kamu pernah lihat Ade terlamabat?”

“nggak si..”

Karena sudah lelah menunggu Ade di depan pagar sekolahnya,Faisah dan Dijah kembali ke kelas. Sambil berjalan ke kelas,Dijah dan Faisah bercerita.

“ kenapa kemarin kamu pulang deluan?” Tanya Faisah serius

“mm…ini bukan waktu yang tepat untuk bercerita…”

“ Dijah,aku ini sahabat kamu!..ayo dong cerita”

“ kamu nggak ngerti! Ini masalah keluarga aku..!”

“ maaf..maaf..aku nggak bermaksud untuk..”

“nggak papa”

“o ya,kamu mau nggak ke rumah Ade sebentar?”

“ mmm mungkin aku nggak bisa”

“ kenapa lagi?”

“ masalah kemarin belum selesai”

“ooo….okey,aku akan ajak Dzaki!”

“ itu ide yang bagus”

***

Saat bel pulang,Faisah berjalan sendiri ke kelas Dzaki,melihat Dzaki masih membereskan buku-bukunya yang ada di atas meja,Faisah masuk ke kelas Dzaki.

Temannya bersorak-sorak melihat Faisah yang sendiri masuk ke kelasnya,memang baru kali ini Faisah sendiri. Dzaki cukup kaget melihat Faisah yang sudah ada di depannya.

“ Dzaki kamu mau nggak temani aku ke rumah Ade?” Tanya Faisah sambil menjatuhkan tubuhnya ke bangku samping Dzaki

“ mau..mau!”

“ okey..kalau begitu,kita pergi sekarang!”

“ sekarang?”

“ iya..kamu kira kapan?”

“ aku kira bukan hari ini…”

Faisah lalu menatap mata Dzaki yang bening,Dzaki terdiam. Baru kali ini Faisah bertingkah seperti ini. Hati Dzaki deg-degan saat Faisah memegang tangannya,bermaksud untuk menariknya keluar kelas.

Sesampai di luar kelas,Dzaki tersenyum-senyum sendiri. Semua yang lewat di samping Dzaki dan Faisah menyangka kalau mereka pacaran!

“ kamu kenapa tersenyum-senyum?” Tanya Faisah

“ nggak”

Genggaman Faisah semakin erat,perasaan Dzaki pun semakin menjadi-jadi.

“ jangan terlalu erat..” kata Dzaki dengan nada rendah

“ mm..aku takut kehilangan kamu,nanti kamu pergi..trus tidak ada lagi deh yang temani aku ke rumah Ade..”

“ooo”

****

Dijah, ibu berikan kamu waktu sepuluh menit untuk ketemu denganku.

Itulah pesan yang dikirim ibunya ke Handphone Dijah. Ternyata Selama ini dijah pulang cepat karena ingin ketemu dengan ibunya. Padahal,kita semua bisa melihat ibu hamper setiap hari. Mungkin ibunya adalah wanita karir.

“ ibu,aku tidak terlambat kan?” Tanya Dijah yang baru sampai di rumahnya

“ tidak nak…tapi tinggal dua menit untuk bercerita….sudah jangan menangis” kata ibunya yang melihat Dijah yang sedang menangis

“ ibu akan datang lagi kan?” Tanya Dijah

“ ibu pasti akan datang lagi,tapi mungkin bulan depan. Saat ayahmu tidak ada di rumah”

“ salam ku untuk ka’ Erik”

“ iya..”

Hanya dua menit,tapi waktu itu sangat berarti untuk untuk Dijah. Setelah mengantar ibunya ke Stasiun,Dijah menangis. Ingin rasanya kembali berkumpul bersama keluarga yang lengkap. Nasib Dijah memang masih beruntung dibanding Ade.

Diam..Diam..sepi di rumah Dijah. Tak ada orang lain selain dia dan pembantunya. Menonton televisi menjadi malas,bermain game juga tidak ada gairah. Dijah memang orang yang susah ditebak. Meskipun musibah menimpahnya,tapi di raut wajahnya berusaha tegar.

Seharian ini dijah tidak melakukan aktivitas. Handphonenya juga tak pernah bordering. Kerjaannya hanya makan,minum, dan ke kamar kecil.

Kesedihan yang mengumpal di hati Dijah sangatlah besar,ia tidak mungkin melupakan kejadian lima hari yang lalu. Hari dimana ia harus melihat ayahnya dan ibunya di pengadilan agama.

Dan kemudian pulang berpisah dengan ka’Erik dan ibu. Hakim mengatakan Kalau anak perempuan mengikuti ayah dan anak laki-laki mengikuti ibu. Keputusan itu membuatnya jarang bertemu dengan ibunya dan ka’Erik. Sungguh rasanya tak enak.

Apalagi tiga hari yang lalu, foto keluarga di rumahnya sudah dilepas dari dinding yang berwarna hijau muda itu…

***

“ nah ini rumah Ade” kata Faisah yang sedang menunjukkan rumah Ade ke Dzaki

“oo ini..besar juga ya?”

“ iyalah..tapi kayaknya ada tamu…”

“kok kamu bisa tau?”

“lihat. Ada mobil Hijau . Adekan tidak punya mobil warna hijau”

“ooo”

“yuk kita masuk”

Faisah pun mengetuk pintu rumah Ade,tak kemudian muucul seseorang yang membuka pintu.

“ Adenya ada bi’?” Tanya Faisah

“ ada..ada masuk” jawab bibi

“makasih” kata Faisah dan Dzaki serentak

Setelah masuk ternyata yang ada adalah Farit. Tapi Dzaki dan Faisah tidak mengenal Farit.

“ hei..Ade!” teriak Faisah gembiri

“hei….”kata Ade

“ o iya perkenalkan ini Farit,teman lamaku” lanjut Ade

“Faisah”

“farit”

“Dzaki”

“Farit”

***

Keesokan harinya,Dijah tidak datang lagi. Kali ini entah apa yang membuatnya tidak datang.   Kemarin memang wajah Dijah belum sepenuhnya gembira. Fivestars berencana,sepulang sekolah akan ke rumah Dijah. Tapi sayangnya,Ade tidak bisa ikut, dia lebih memilih jalan bersama Allan daripada bersama sahabatnya.

“ jadi kamu lebih memilih Allan?” Tanya faisah dengan kesal

“mm bukan gitu,… kalian kan tau kalau aku itu jadian sama Allan baru kemarin,jadiii…” kata Ade dengan menggigit bibirnya

“ jadi apa?” bentak Faisah

“ kamu itu tidak setia kawan ya! Baru sehari jadian sama Allan laganya udah selangit! Andai aku tau sifatmu gini setelah pacaran ma Allan,mendingan aku tidak nolong kamu!” lanjut Faisah

“udaaah…” teriak windah

“ nggak usah ada yang belain dia!”kata faisah sambil menarik tangan windah dan Dzaki menuju tempat parkiran mobilnya.

Ade hanya diam,tampak dari wajahnya Ade sangat menyesal,tapi semua sudah terjadi,faisah sudah terlanjur marah kepadanya. Tak lama kemudian Allan menepuk pundak Ade,

“ yuk…………., kok kamu nangis?” kata Allan sambil menghapus air mata Ade

“mm nggak papa,o ya aku bisa minta permintaan nggak?” kata Ade

“ apa..?” Tanya Allan

“ sepulang dari jalan,aku mau singgah ke rumah Dijah” pinta Ade

“ gitu aja?” kata Allan

“iya”

“ya gitu sih gampang!” kata Allan dengan tersenyum

***

Sesampainya di rumah Dijah, faisah langsung menceritakan kejadian sepulang sekolah itu kepada Dijah. Tapi setelah bercerita,faisah melihat raut wajah Dijah yang belum memungkinkan

“ maaf Dijah,aku datang langsung cerita buruk ma kamu..”kata faisah

“nggak papa kok” kata Dijah

“mmm Dijah,ngomong-ngomong kenapa kamu nggak pergi sekolah ?” Tanya Windah

“ mm maaf windah,mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk bercerita tentang..orangtua aku” kata Dijah sambil menangis

“ mm aku juga minta maaf,seharusnya aku nggak nanya itu..” kata Windah

“ udahhh jangan nangis..” kata Dzaki

“ o ya,tapi besok kamu datang sekolahkan?” Tanya Windah

“mm aku juga nggak tau aku datang atau tidak..” kata Dijah dengan pelan

“ha!” teriak faisah tiba-tiba

“ kenapa?” Tanya Dzaki

“ Faisah,jangan teriak” kata Windah

“besok hari apa?” Tanya Faisah

“ Sabtu,memangnya kenapa?” Tanya Dzaki lagi

“ palajaran Fisika setiap hari apa?” Tanya Faisah lagi

“setiap senin dan sabtu,memangnya kenapa si..?” kata Dzaki dengan penasaran

“kalian nggak ingat kalau aku,Dijah dan Ade disuruh hafal rumus cahaya!?” kat a faisah

“oh iya!” kata Dijah dengan kaget

“aku nggak mau pergi sekolah ah!” kata faisah

“ kalau aku…juga nggak datang kayaknya”kata Dijah

”eh eh eh..kalian nggak boleh gitu,kalian itu harus datang sekolah! Sampai kapan kalian mau sembunyi dari pak Ashar? Mendingan kalian aku ajar!” kata windah

“beneran kamu mau ajar kami tentang rumus cahaya?” Tanya Dijah

“ iya..” kata windah

“kalau begitu,kita belajar di sini saja!” usul faisah

“ ok” kata windah

“ Dzaki! Kamu mau kan…tunggu kita selesai belajar?” Tanya Faisah

“ iya deh…aku tunggu kalian sampai selesai!” kata Dzaki sambil menikmati minuman yang dibawa bibi Dijah

Merekapun belajar bersama

Sementara mereka sedang belajar,terdengar ketukan pintu,kemudian diusul dengan bunyi lonceng yang tertempel di dinding samping pintu rumah. Tidak lama kemudian seseorang mengetuk pintu kamar Dijah

“aku aja yang buka” kata Dzaki

Dzaki pun membuka pintu kamar Dijah . dan …

“ ADE!” kaget mereka semua.tidak hanya itu,ade datang bersama Allan,pacar Ade.

“ngapain kamu ke sini!” bentak faisah

“ udah..” kata Dijah pelan

“ aku hanya ingin menjenguk Dijah,nggak lebih kok” kata Ade

“ udah,faisah,Ade!Allan! ayo masuk” ajak Dijah

Dzaki dan windah hanya diam,tak ingin ikut campur. Saat itu faisah tidak mau melihat Ade,faisah menganggap ade itu cewek yang paling egois yang pernah dia kenal.

“ kalian lagi belajar bersama ya?” Tanya Allan

“ iya ka’ “ jawab Dzaki

“ mm kalau begitu ..kita lanjut ya!” kata windah

“ jadi kalian belajar tentang rumus cahaya?” Tanya Ade

“ iya!” kata windah

“ boleh gabung nggak?” Tanya Ade.

Semua diam,tidak ada yangberani menjawab. Sementara itu Dzaki dan Allan lagi bermain Ps. Ade merunduk, diam-diam ia mengeluarkan air mata. Tetapi semua masih diam. Windah  merasa tidak enak,jadi windah hanya menuliskan rumus cahaya di selembar kertas,lalu memberikannya pada Ade.

“ ini Ade,maaf kalau aku tidak bisa menjelaskannya..” kata windah pelan

“ nggak papa…makasih ya..o ya sebelum aku pulang..aku mau bilang kalau aku nggak pernah punya niat untuk keluar dari fivestars,aku masih mau bersahabat sama kalian,aku bukan mementingkan pacarku,Aku seperti itu,karena aku tidak mau kehilangan Allan….aku nggak mau membuat Allan marah sama aku….aku manusia biasa yang tidak sempurna…aku baru merasakan cinta,ku mohon..mengertilah!” kata Ade dengan tersedu-sedu

“ kita mengerti kok” kata Dijah sambil memberikan sapu tangan kepada Ade

“ aku minta maaf Ade..” kata Faisah pelan

“ makasih ya” kata Ade senang.

Setelah itu,mereka berpelukan.

“ jadi,kamu jadi pulang?” Tanya windah

“mm bagaimana ya..” kata Ade

‘ tinggal aja!” kata Allan yang sedang asyik bermain Ps

Mendengar  perkataan Allan,Ade tersenyum menandakan ingin tinggal. Mereka pun belajar bersama sampai larut malam.

Posted in Cerpen | 4,152 Comments

Belum ada judul ???? (bagian 1)

SATU

Semua mata tertuju pada gadis yang memakai rok berbeda dengannya. Semua orang bebisik kalau dia anak baru pindahan dari Bandung. Tapi  Hera tidak seperti lainnya. Dia duduk sendiri dengan gaya kepala menunduk ke meja. Pasti dia tidak mau berteman denganku,pikir Hera

Tapi sahabatnya,Lidya (sering dipanggil Lili,)serius menyambut kedatangan anak baru itu. Dengan sigapnya,Lili langsung mengacungkan pertanyaan pada baru itu. Dari kejauhan,Hera hanya bisa tersenyum. Hera memang anak yang pemalu tapi cantik dan baik. Hmm….berbeda dengan sahabatnya Lili,supeeer Eksis. Dan juga so’ cantik. Tapi juga tetep baik. Terkadang di cerita lainnya, anak pendiam adalah anak pintar (berotak encer),tapi kalau Hera tidak seperti itu. Meskipun pendiam tapi nggak pintar. Kalau membahas tentang pelajaran Lili lah ahlinya.

“hei namamu siapa?” Tanya seorang anak perempuan. Si anak baru itu langsung tersenyum. Dengan anggunnya menjawab “ Mika”

“ Mik,kok pindah?” Tanya Lili yang so’ akrab. Kali ini Mika tidak tersenyum. Tanpa merespon pertanyaan Lili,Mika berdiri dan berjalan layaknya seperti model. Dengan ekspresi sedih,Mika berbicara dengan anada yang kecil

“ Aku pindah…karena semua orang di sekolahku mengbicarakan aku yang tidak-tidak. Semua maksudku yang baik,mereka anggap sebagai hal yang negative”

Mana mungkin orang  berpikir  negative kalau perbuatanmu baik?, Tanya Winsie dalam hati. Winsie adalah anak yang mempunyai tubuh yang porprosional, banyak yang antri jadi pacarnya. Padahal, sikap Winsie sangat tidak disiplin.

Winsie dan teman satu genk-nya yaitu : BG ( entah apa kepanjangannya) yaitu; Winsie,Cholin,Niki, juga tidak bergabung dengan temannya yang lain untuk bertanya kepada si-Mika. BG lebih suka ngerumpi daripada mengerjakan hal yang dianggapnya kampungan.

“ jadi,kalian sekarang tahu apa penyebabnya aku disini?” Tanya Mika dengan mata yang membesar,seperti sedang mengancam Lili dan lainnnya.

“ hanya itu?” Tanya Cholin sambil tertawa dengan teman satu genknya. “ sungguh keanak-anakan” lanjutnya

Mika terdiam, lalu menatap mata Cholin. Tapi BG cuek. BG tidak pernah takut kepada orang yang diganggunya.

Disamping meja BG, terlihat ada Hera yang diam-diam saja dengan Komik kesukaannya. Semula kelas menjadi hening, karena Heran,Hera lalu mangankat kepalanya dan melihat keadaan kelas. Ternyata teman-temannya sedang berada diluar kelas. Kini hanya dia dan BG yang ada di dalam kelas.

“ Hera! Sini bergabung” panggil Winsie. BG memang sangat baik kepada Hera,karena menginginkan Hera bergabung dengan mereka.

Dengan senyum polos,Hera menutup komiknya “ terimah kasih,tapi kali ini aku tidak bergabung”

Niki lalu berdiri dan hanya dengan satu langkah,Niki sudah sampai di bangku Hera.“Hera,bukankah tidak enak duduk sendiri begini….mendingan gabung sama kita ngerumpi”

“ tidak terimah kasih, sekarang aku mau ke toilet sebelum bel masuk”

Niki mangangkat alis kirinya,tertanda dia lagi kesal. Baru kali ini ada orang yang menolak permintaannya.

Hera kemudian berdiri, dengan rok yang dibawah lutut dia mulai berjalan. Dilewatinya segerombolan temannya yang masih mengerumuni Mika. Tapi Lili langsung menarik tangan Hera.

“ mau kemana?” Tanya Lili yang sedang memegang balpoin dan selembar kertas buku.

“ ke toilet” sahut Hera  singkat

“aku ikut…’

Tapi,belum jalan bel sekolah sudah berbunyi. Hera menghela nafas. Tidak sampai hitungan detik,tempat yang tadinya dipenuhi orang,kini terbongkar, Masuk ke kelas dan duduk ditempat masing-masing.

Kini Hera yang menarik tangan Lili untuk masuk. Dari kejauhan sudah terlihat Bu Olive,tapi sering disapa Bu Livee.

Dari ambang pintu,Bu Olive melintasi bagian depan kelas. Bu Olive,membawakan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Tentu saja,semua murid ketika bertanya atau berbicara dengan Bu Olive harus dengan bahasa Indonesia yang baik.

“ selamat Pagi ..” sapa Bu Olive dengan senyum yang cantik

“ selamat pagi …” jawab serentak seisi kelas dengan nada yang rendah

“oke,minggu lalu kita sudah mepelajari tentang mengembangkan rasa empati. Jadi sekarang seharusnya tentang pendidikan untuk menghadapi tantangan masa depan. Tapi,karena kita terlalu cepat,jadi ibu mau mengulur waktu dengan mengulang pelajaran Drama”

Semua terkejut! Dan kelas X3,tiba-tiba menjadi ribut. Semua berbisik “ perasaan sudah dibahas waktu SMP?”

“ Li, Kamu ngerasa ini sudah di bahas?” Tanya Hera serius

“ ya iyalah sudah….” Sahut Lili pelan “ waktu masih di SMP. Masa’ kamu nggak ingat? Terkadang di bahas waktu  kita ke…” pembicaraan Lili dan Hera terhenti, gara-gara tepukan tangan Bu Olive yang menandakan “ DIAM”

“ ibu tahu kalau ini sudah dipelajari waktu kalian kelas VII atau VIII SMP. Tapi cara menjelaskan atau mempraktekkannya pasti berbeda-beda. Contohnya dari SMP Bina Cahya, pada saat pelajaran Drama,pasti mereka tidak menjelaskan dan mengutamakan praktek…”

“ itu SMP kamu kan?” bisik Hera dengan nada yang sangat kecil

“iyaa” sahut Lili

“ dan sebaliknya SMP Pendidikan Karya. Sekolah ini mengutamakan pembahasannya daripada prakteknya… Jadi,…”

“ kalau yang ini SMPmu” bisik Lili sambil tersenyum dengan mata yang tetap melihat Bu Olive. Hera hanya tersenyum.

“ Maka dari itu…ibu mau mengulang tentang Drama. Sekarang ibu mau membagi kelompok. Satu kelompok berisikan 10 orang. Namanya yang Ibu sebut silahkan ke depan. Kelompok yang pentama. !

* Renhard Fajar Bona V                                * Muh.Dzaky Al-faridza

*Muh. Asyraf                                                      * Muh. Rival

*Wisnu Adi Agung N                                       * Cholin Amanda

*Faisah Irfani M                                                 *Nickyta Rachel

“Hadijah                                                                *Winsie Lyane “

“Kali ini,BG beruntung ya bisa sekelompok.” Kata Lili dengan ekspresi yang berharap dia akan sekelompok dengan Hera.

“ mudah-mudahan kita juga sama” sahut Hera yang duduk di bangku Lili.

“ Oke,kelompok yang kedua silahkan ke bagian samping kanan kelas.

*Kibagus F….”

“Ha! Bagus ada di kelompok dua! Mudah-mudahan aku di kelompok dua……” iming-iming Lili

“          *Iyas Muzani                                               *Muh.Nur Adjie R

*Ichlasul Amalsyah                                    * Andi. Muh Fathy

*Nur Azizah Novitami                * Lidya Kamila

*Nur Faizah Marwan                                * Herani C

*Mikaniya    ” lanjut Bu Olive. Hera dan Lili langsung loncat-loncat kegirangan.    Betapa tidak,baru kali ini mereka sekelompok dalam tugas kelompok.

“oh ya,Mikaniya anak barukan?” Tanya Bu Olive

“ iya bu’” sahut semua murid

“okey,dan sekarang sisanya adalah kelompok tiga,silahkan ke bagian kiri kelas”

****

Dengan langkah yang lambat Hera,memasuki rumahnya .Seperti pencuri saja!. Buaaarrr!!! Bunyi benda kaca yang sengaja di pecahkan. Hera menelan ludah,dengan keringat yang bercucuran di wajahnya Hera membuka pintu belakang rumahnya.

“ Assalamu Alaikum….”

Tak ada respon. Seperti rumahnya tak berpenghuni. Tapi dari kamar Hera,di ruang tamu terlihat Guci yang pecah. Pasti mama dan Papa bertengkar lagi, Kata Hera dalam hati. Dari tangga,turun kakaknya dengan rok diatas lutut dan baju yang ketat. Hufftt…keluarga Hera memang sudah terbongkar.

“kak! Mama papa mana?” Tanya Hera sambil membuka sepatunya

“ Mama ada di kamarnya,papa juga ada di kamarnya” jawabnya dengan santai “ habis bertengkar!” lanjutnya

Hera menghela nafas. Tu kan! Benar. Kata Hera dalam hati dengan wajah yang cemas. Sungguh kedengaran aneh, mama ada di kamarnya,papa ada di kamarnya .orangtua Hera memang sudah pisah kamar sejak adik laki-laki Hera meninggal. Mamanya menyalahkan papalah yang salah! Tapi sebaliknya, papa menyalahkan mama yang tidak mengurus Hendri dengan baik. Saat itulah, keduanya menjadi bermusuhan. Satu per satu perabotan yang ada di rumah pecah. Gara-gara pentengkaran mereka yang hebat.

Sudah 3 tiga bulan seperti ini,pastinya Hera sedih dengan keadaan yang memalukan ini. Hera lalu membuka pintu kamarnya yang sudah tidak terurus. Masuk ke kamar…langsung melihat foto keluarganya yang besar. Dulu,ibunya hampir membakar foto itu,untungnya Hera cepat merebut foto itu dari ibunya.

Saat itu Hera baru berusia 12 tahun dan kakaknya berusia 16 tahun. Daaan..adiknya berusia 8 tahun. Sekarang Hera sudah berumur 16 tahun. Dan bisa kita tahu kalau adiknya meninggal pada umur 12 tahun. Sungguh menyedihkan.

“ Hendri..apa yang kamu bikin disana?” Hera lagi ingin berbincang-bincang dengan adiknya. Tapi tidak mungkin dijawab.

Setelah ganti baju,Hera keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur. Dibukanya tudung nasi yang ada di meja. Tapi ketika dibuka…tak ada nasi,hanya ada kerupuk kemarin hasil gorengan Hera.

Inikan kerupuk yang aku goreng kemarin, kata Hera dalam hati. Dengan perut yang berbunyi-bunyi, Hera berjalan ke ruang tamu. Tentunya dengan membawa sapu untuk membersihkan pecahan-pecahan Guci.

Hera menangis sambil menyapu pecahan-pecahan yang kecil sedangkan yang pecahan besar dipungutnya dan dibuang ke tempat sampah. Hera menginginkan keharmonisan keluarganya yang dulu. Setiap hari ibunya memasak dengan penuh rasa kasih sayangnya. Dan ayah memuji hasil masakan ibu. Oh kapan itu terjadi lagi.

Tinggal sentuhan akhir,kerjaan Hera selesai. Dibawanya pecahan-pecahan besar ke tempat sampah yang ada di luar pagar rumahnya.

“ Hera!” sapa Angel tetangganya sekaligus sahabat rumahnya. Angel hampir seumur dengan Hera,cuman beda sekolah.

“Angel…” sahut Hera dengan memandangi sepeda Angel

“hei….ayahmu memecahkan Guci lagi?” Tanya Angel. Semua tetangga samping rumah Hera sudah tahu kalau keluarganya lagi rebut,pantas saja Angel tahu. Apalagi Hera juga sering cerita kepada Angel.

“ iyaaa… entah sampai kapan”

“kamu kok pucat? Oh..aku tahu kenapa. Yuk ke rumahku. Kita makan bareng” ajak Angel. Hera tersenyum tertanda mau. Dengan cepatnya iya pergi menutup pintu rumah dan pagar.

***

Lampu rumah tidak nyala. Ini bertanda ibu dan ayahnya tidak turun untuk nyalain lampu,padahal sudah malam. Hera menelan ludah. Rasa takut seketika tumbuh,bukan takut dimarahi tapi,takut sama yang namanya hantu!. Hera mengetuk pintu. Tapi tidak ada yang menyahut.

Setelah beberapa meni kakaknya, Hanny mebukakan pintu. Tentu saja Hera langsung masuk.

“kok lampu tidak dinyalakan?” Tanya Hera sambil berbalik menutup pintu

“ nyalakan saja kalau bisa. Andaikan bisa,sudah ku nyalakaan dari tadi!” kata Hanny yang lagi memegang sebungkus besar keripik ubi.

“oh…papa belum bayar tagihan kemarin?” Tanya Hera sambil melihat ke lampu yang tidak menyala.

“iyaaaa…. Eh,kamu sudah makan nggak? Tadi aku habis jalan ma Robi,di belikan deh steak sama dia.. nih makan!” ajak Hanny yang menyodorkan sebungkus makanan yang tercium wangi.

“mmmm iya!” Hera mengambil kotak plastic itu,dan mengambil piring dan sendok garpu . meskipun gelap-gelap tapi untungnya ada lampu cas yang nemani Hera dan hanny yang duduk di meja makan. Dengan lahapnya Hera menyantap steak itu.

“ dek…maafin kakak” tiba-tiba Hanny bicara serius.

“ kenapa kak?” Tanya Hera. Mata Hanny berkaca-kaca,tak tahan melihat mata Hera yang polos.

“kakak mau kawin lari ma Robi. Tadi aku sudah Tanya mama,kalau aku mau nikah ma Robi tapi mama tidak respon. Dan kakak berfikir kalau sebaiknya aku kawin lari saja.”

Mata Hera ikut berkaca-kaca,betapa hancurnya hati Hera. Melihat kakaknya yang menangis,Hera memeluknya. Sungguh menyadihkan.

“kakak tolong! Bawa aku dalam keluarga kakak!!!! Tolong!” Hera menangis. Hera ingin bersama kakaknya daripada bersama orangtuanya yang tidak pernah mengurusnya.

“ Tapi..kamu harus sekolah” Kata Hanny tersedu-sedu

“kakak ku mohon!!! Kakak!! Kakak!!” Hera mamohon lagi. Air matanya sudah membasahi baju kakaknya yang ia peluk.

“kakak mau pindah  ke Jakarta….kamu tidak mungkin ikut. Kamu harus selesaikan sekolah kamu disini!’

“kakak…kumohon bawa aku denganmu! Biarkan saja aku tidak sekolah…kakak…kumohon” suara Hera yang kecil telah habis. Keduanya lalu menangis. Suasana malam itu,sangatlah menyedihkan. Hera harus menerima kalau kini,hanya dia seorang yang tinggal di rumah itu. Memang si..dia tinggal bertiga,tapi ibu dan ayahnya tidak pernah melirik Hera,dan keduanya saling cuek bebek.

Posted in Cerpen | 3,742 Comments